Serunya Sekolah di Yogyakarta Independent School


 Saya senang banget nulis tentang ide ide yang kadang menggelitik. Kalau di sekolah dulu, saya ikut KIR agar tersalurkan. Selama di SMP dan SMA, saya sibuk cari-cari lomba agar bisa presentasi dan menumpahkan unek-unek. Ada sih project waktu SMA untuk penelitian, atau mungkin kerja kelompok. Tapi, kadang kalau otaknya pas pasan kayak saya, bakal kalah argumen sama yang lebih pinter. Hahaha. Makanya, saya kalau ada ide "gila" sendirian, mending cari lomba trus bikin penelitian sendiri. Waktu itu saya berkunjung ke Yogyakarta Independent School bertepatan dengan adanya kegiatan tentang Personal Project Exhibition. Saya tertarik sekali. Apalagi, ketika diberitahu judul-judulnya. Wah, itu bikin saya makin penasaran!


Ketika saya masuk exhibitionnya, saya melihat ada banyak sekali papan papan yang berdiri. Saya keliling sebentar untuk melihat. Menarik sekali untuk ukuran anak kelas X. Ada yang bikin maket, desain, bikin buku, bahkan bikin bioskop mini. Menarik, ya... Kita lihat videonya dulu, ya, agar makin penasaran.


ww



1. A Student Guide Political Science oleh SEAN MEONI

Sean merasa banyak sekali anak dan remaja kurang mengetahui berbagai macam sistem pemerintahan yang digunakan dalam suatu negara dan berbagai pandangan politik. Sean membuat buku, agar siswa sekolah dapat lebih mengerti ada berbagai jenis pemerintahan yang ada di dunia. Kata Sean untuk anak SMP sampai SMA. Tapi menurut saya, anak SD sudah bisa kok dikenalkan. Saya jadi ingat adek saya yang SD tanya mengapa di Arab kok ada Raja tapi di Indonesia kok Presiden. Berarti, memang sangat penting pengetahuan tentang ilmu politik ini. Dengan kemasan handbook, tentu saja lebih menarik daripada dijelaskan,daripada dicampur dengan topik lain. Idenya sederhana, tetapi sangat berguna. Kita krisis perbedaan. Semua harus sama. Pikiran harus sama. Dengan lebih mengetahui sejak kecil bahwa kita itu berbeda-beda, akan membuka cakrawala kita. Apalagi untuk anak dan remaja. Pengetahuan tentang perbedaan ini, bisa menjadi bekal untuk bersikap ketika dewasa.






2. Safety Regulation For Drag Racing oleh ABIEL SAYUDHA

Latar belakang Abiel yang suka balap motor di Jalan Pantai Depok, membuat dia ingin sekali menerapkan standar yang aman bagi pembalap pembalap motor. Produknya asik, lho, si Abiel ini. Dia bikin maket bagaimana seharusnya "Drag Racing" ini aman. 




3. Eco Friendly Housing in Indonesia oleh SAMUEL TORUAN

Ini menarik sekali ya! Anak Kelas 1 SMA sudah jago mendesain dengan SKETCHUP serta mengonsep bagaimana seharunya rumah yang ada di Indonesia. Ketika sudah wawancara, ternyata konsepnya lebih ke arah apa yang digunakan itu bisa "suistainable" seperti pemakaian material bambu. Yang membuat saya sangat tertarik adalah dia membuat tampungan air hujan agar bisa dipakai kembali. Kalau di Gunung Kidul, mungkin hal itu biasa ya. Tapi, untuk rumah desain jaman sekarang, resapan saja jarang, apalagi tampungan air? Pemikiran kreatif yang nampak sederhana ini kalau diterapkan, betapa hematnya kita tak perlu ambil ambil air dari PAM atau sumur untuk keperluan sederhana seperti menyiram tanaman.







4. Responsible Health Education oleh NADIA ALIVIA

Nadia katanya suka banget desain grafis. Makanya, ketika presentasi dia menggunakan art paper A4 dan kata-kata sederhana yang disusun memanjang. Menariknya, dia membuat bioskop mini, dengan durasi video sekitar empat menit, menjelaskan baiknya sex education di sekolah mereka. 



5.  The Global Refugee Crisis by KATLYN OLIVIA YUSIE

Saya pernah mendengar dan melihat berita di TV tentang pengungsi dari Timur Tengah ini. Catlyn ke Jakarta langsung, lho, agar mengetahui lebih jauh tentang nasib pengungsi ini. Bahkan, Katlyn buka donasi apabila teman-temannya ingin berdonasi. Dia menjelaskan dengan sangat rinci. Tampak sekali dia sangat "aware" terhadap masalah ini. Kecerdasan sosialnya saya acungi jempol. Hebatnya, YIS membuat project ini dan Katlyn menyambutnya dengan sangat baik. Saya yang mendengarkan, seolah-oleh dibawa ke penampungan yang di Jakarta. Begitu detail dan begitu menghayati. Bangga!



Wah menarik-menarik, ya. Project kali ini mereka sangat bebas untuk mengeluarkan pendapat. Bahkan, mereka juga sangat bebas mempresentasikan dalam bentuk pameran sesuai dengan kesenangan mereka sendiri. Projectnya juga sendiri-sendiri, dong. Jadi, nggak ada istilah nebeng dengan yang lebih pintar. Semuanya pintar dan berhak untuk memberikan gagasannya, sesuai dengan kesukaanya, dan dengan cara yang paling mereka sukai. 

Mulai penasaran ya ini sebenarnya sekolah apa sih?

Sekolah ini bernama Yogyakarta Independent School atau biasa disingkat YIS. Sekolah internasional di Yogyakarta ini,  menggunakan kurikulum International Baccalaureate (IB)

Siapa saja yang boleh sekolah di sana?

Semua boleh. Ada stigma yang melekat, bahwa yang boleh bersekolah adalah WNA atau yang mempunyai keturunan WNA. Padahal tidak. Semua boleh bersekolah di sana. Untuk WNI, diwajibkan mengikuti Ujian Nasional.

Bagaimana sekolah di sana?

Kurikulum iB yang berasal dari Swiss ini, untuk anak usia 3-18 tahun. Ada 3 program, yaitu:

IB Primary Years Programme (PYP) untuk usia 3-12 tahun (setara PAUD dan SD)


IB Middle Years Programme (MYP) untuk usia 11-14 tahun (setara SMP)

IB Diploma Programme (DP) untuk usia 15-18 tahun (setara SMA)
 



Menariknya, sekolah di sana kita bisa pilih pelajarannya. Makanya, anak-anak yang presentasi personal project tadi bisa keren-keren kan idenya. Nantinya, mereka akan dibimbing sesuai dengan minat bakat mereka. Untuk bahasa yang digunakan sehari-hari adalah bahasa Inggris. Bahasa Indonesia termasuk dalam pelajaran. Ada juga pelajaran Bahasa Prancis dan Bahasa Spanyol.

Saya tertarik dengan berbagai kelas-kelasnya. Perpustakaannya ada di tengah-tengah. Kelasnya ber AC, tetapi untuk pencahaannya lebih banyak kaca agar mendapatkan dari matahari langsung. Sistemnya moving class untuk SMP dan SMA. Jadi, kita mendatangi kelas pada jam jam yang kita pilih sesuai dengan kelas keinginan kita. Fasilitasnya jangan ditanya. Lapangan sepakbolanya saja biasa dipakai oleh TIMNAS.  


Lalu, bagaiman jika ingin meneruskan ke jenjang yang lebih tinggi?
Tak perlu khawatir. Ada 5000 lebih sekolah di seluruh dunia yang menggunakan kurikulum iB. Jadi, kurikulum iB diakui secara internasional.  

Bagaimana kalau ingin tanya-tanya atau mendaftar. 
Silakan lihat lihat dulu di 
atau datang langsung ke 

YOGYAKARTA INDEPENDENT SCHOOL (YIS)

Jl. Tegal Mlati No. 1, Jombor Lor, Sinduadi, Mlati, Sleman,
Daerah Istimewa Yogyakarta, 55284, Indonesia
Phone: +6282241044242 // (0274) 5305147 dan 5305148 

 


0 komentar:

Posting Komentar

 

Total Tayangan Halaman

Live Traffic Blog

Institut Ibu Professional

Institut Ibu Professional
Klik gambar untuk mengetahui kegiatan yang berhubungan dengan IIP

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan

Komunitas Emak2 Blogger