14 tahun lagi, insya Allah suami ingin antar dan membawa kami sekeluarga untuk tinggal di Madinah. Semoga Allah Mudahkan

Panjang, ya judulnya. Hehehe. Sejak beberapa hari yang lalu senyum senyum sendiri karena suami dengan mantap mengatakan ini. Hhehhe. Padahal nanyanya iseng doang. Nggak ada yang nggak mungkin. Insya Allah menjadi doa. Hari ini, hujan deras di Sleman. Dau gadisku sakit. Semalam dua duanya demam. Tapi, saya ingat kata kata suami saya, nggak ada kata capek dan letih untuk saya. Saya seperti mempunyai tujuan. Semoga Allah mudahkan.

Saya lupa kami berbicara kapan. Bulan Februari 2020.

Saya : Yah, Ala 14 tahun lagi, selesai SMA, mau lanjut kuliah di Madinah, boleh?
Ayah : Boleh dong.
Saya : Berarti Ayah ikhlas, kalau 14 tahun lagi, Ala menikah? Kan harus sama mahramnya?
Ayah : Aku yang mau antar sendiri.
Saya : Trus kamu mau ninggal aku, lagi? Asa? Anak lain?
Ayah : Aku bawa semua. Kita tinggal di Madinah. Insya Allah. Di Arab ada kok outbound nan.

Mungkin ekspresi saya biasa biasa aja. Tetatpi hati saya berbunga bunga. MAsya Allah, suami saya. Saat ini hujan sangat lebat. Kata Allah, Allah akan kabulkan doa ketika hujan. Ya Allah jika memang kami pantas, semoga Ala dan anak anak kami lainnya bisa menyelesaikan menghafalkan Al-Qur'an di Indonesia. Lalu, bisa dengan mudah belajar Bahasa Arab. Selanjutnya bisa menimba ilmu di MAdinah. Menjadi Ahli Tafsir dan Hadist sehingga bisa berdakwah untuk keluarganya, dan masyarakat sekitar. Aamin ya Allah.

Saat ini saya berikhtiar untuk mendirikan Rumah Tahfidz di rumah. Senin sampai Rabu untuk yang Hafalan. Insya Allah setiap hari Jum'at untuk hadistnya. Saya setiap kamis ikut pengajian hadist bersama kawan kawan, dan tahsin di sekolah Ala. Luamyan banyak rintangannya awalnya, lahamdulillah sekarang semakin mudah semuanya. Anak anak juga makin anteng ikut denger Al Qur'an. Masya Allah.

Nggak ada yang mustahil di dunia ini. Meskipun saya belum tahu mau tinggal di mana dan mau jadi apa nanti ketika di sana, mimpi ini saya berharap bisa menjadi nyata.

Kalau Asa 3 tahun nanti, saya ingin sekali kuliah bahasa Arab ketika anak-anak sekolah. Semoga Allah mudahkan. Sekarang alhamdulillah otak saya mulai stabil. HEhehe. Mungkin, karena Asa juga sudah mau 2 tahun. Hormon saya mulai stabil kali, ya.... Tubuh saya juga sudah mulai menyesuaikan dengan KB spiral yang bikin seminggu sebelum mens bergejolak luar biasa, selama mens darah keluar luar biasa. Sudah mulai bisa mengatur makan jadi saya nggak telat atau ya bingung lah. Semua butuh proses. Semoga kondisi saya semakin membaik.

Terima kasih Ya Allah yang sudah membuat suami saya sakit. Baru pertma kali setelah menikah dia begitu mantap berbicara tentang akhirat.

Ya Allah pantaskan keluarga kami untuk mendekat dengan ilmumu. Mudahkanlah kami untuk belajar Al Qur'an dan HAdist sehingga kami bukan golongan orang yang tersesat. Mudahkanlah kami untuk bersama orang-orang sholeh. Dan mudahkanlah kami mengajak orang orang untuk menjadi sholeh. Mudahkanlah kami untuk menjadi sholeh.

Saya nggak butuh psikolog. Hahahaha. Yaiyalah. Alhamdulillah suami saya orang Psikologi. Jadi ya semoga lebih ngerti sih. Semoga. Hahaha. Tapi yang paling mengerti adalah Allah.

Makasih Ya Allah saya nggak jadi gila. Alhamdulillah semua yang telah saya lalui ini. Semoga saya bisa bermanfaat untuk semuanya :)

0 komentar:

Posting Komentar

 

Total Tayangan Halaman

Live Traffic Blog

Institut Ibu Professional

Institut Ibu Professional
Klik gambar untuk mengetahui kegiatan yang berhubungan dengan IIP

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan

Komunitas Emak2 Blogger