Ketika Rejeki Tak Akan Tertukar

Berat banget tahun lalu saya harus memutuskan fokus banget sama anak sampai meinggalkan dunia blogger. Sedih banget karena dari blogger tu saya bisa dapat uang jadi kadang nggak perlu minta ke suami. suami saya selalu ngasih lebih dari apa yang saya minta. Tapi kan tetep aja saya tu malu. Kadang saya juga pengen nraktir temen, atau jajain anak apa gitu. Selama ini saya nggak masalah dengan ijin. saya selalu laporan keuangan dan kalau saya pergi ke manapun. Nggak pernah ada masalah. Alhamdulillah juga suami rejeki lancar. alahamdulillah sampai saat ini kami ngga punya hutang. Prinsip keluarga kami memang nggak punya hutang. Alhamdulillah masih terjaga. Bahakan, untuk uang sekolah, 6 bulan saya bayar di depan karena menjaga keamanan keuangan. Sekarang tinggal mikir bikin kamar buat Ala sama Asa. Trus tempat kerja buat ayahnya. Trus saya bikin rumah Tahfidz dan Sanggar Lukis,

Waktu mau bikin sanggar jujur aja saya tu minder. Saya ngjar tu sejak SD. Ngajar gambar, musik, dan menulis. Ke rumah rumah orang atau ke sekolah sekolah. Karena apa? Kalau gambar, emang SD sering menang. Musik karena kerjaan saya waktu kecil. Nah, kalau menulis ya karena waktu SMA sering menang juga. Jadi, belajarnya nggak pakai sekolah resmi gitu. Belajar dari yang ahli aja, Ototdidak juga nggak lah ya. saya gambar sama guru seni juga waktu SD Kalau musik waktu SD les sama dosen UNY. Kalau nulis saya dari kecil suka banget nulis trus belajar dari kekalahan aja waktu SMA. Akhirnya menang sampai Nasional. Belum sampai ada yang internatuonal. Tapi saya berharap suatu hari nanti ada kejuaraan entah nulis atau apapaun saya bisa sampai luar negeri. Semoga Allah ijinkan.

Saya meningggalkan dunia blogger. agak sedih, sih, ya.... Karena tiap bulan dulu pasti ada post bersponsor. Ada yang minta endorse. apalagi kecilnya ala. Baru lahir aja saya dapat 5 juta dari lomba blog. Mainan gratis dari berbagai e commerce. Banyak lah ya....

Akhirnya, dua anak kok malah saya harus meninggalkan dunia blogger. alasan utama karena nggak ada yang dititipin kalau saya bernagakat event. alasan selanjutnya emang nggak smepet ngeblog. Habis untuk anak. Jadi penulis pun, naskah setaghun nggak kelar kelar. Awalany bikin sanggar buat branding aja. Ternyata saya seneng. Hasil belum sebanyak jadi blogger tapi ternyata Masya Allah, pelan pelan ada yang ngeh. Mulai banyak yang ngajak kerjasama. dan bahagaianya lagi, dulu saya diendorse buat saya senidir.  Sekarang, saya diendorse buat snaggar. saya bisa nraktir adek saya dan teman temannya gambar di ruamah. acaranya gratis! dapat pulpen warna lumayan lagi. Saya bahagia banget. Semoga manfaat ini bisa diteruskan ke orang lain.

Saya minta maaf sama Allah. Seandaianya ya... saya tetap mengejar di dunia blogger. Memaksakan anak saya dititipin ke siapa ntah nggak tahu. Suami juga nggak ridho lagi, mungkin sanggar saya nggak sebesar ini. Anak saya juga nggak maksimal saya dampingi. Ala sekarang udah lumayan menggamabar. Dia beberapa kali memang. dia juga enjoy. Jadi, menag apa yang sesuai ridho suami, ya akan digantikan. Ya nggak bisa langsung, karena allah akan nyoba kita dulu lah ya.... Alhamdulillah pelan pelan bisa. Sedikit sedikit bisa. saya bahagia sekali.

Semoga kerjasamanya makin luas. Alhamdulillah. Jadi, jangan takut berubah dunianya hanya karena kita lebih menjaga apa apa yang ada aturan Allahnya. anak itui dititipkan kita. Harus kita jaga. suami saya pergi kerja. Butuh tenag. Saya pun butuh ridho suami. Lakukan kerjaan sebisanya yang penting suami ridho. Anak anak nggakl terlantar.

Mungkin nggak semua sependapat dengan saya. Ya nggak papa. Kita punya kehidupan masing masing. Allah mngasih peran kita beda beda. Ini peran yang saya jalani. Babak baru yang mulai saya mainkan. Barangkali ada yang mirip dan harus mengambil keputusan, semoga ini bisa menjadi [ertimbangan.

Jangan takut rejeki akan hilang. Allah tarush di mana-mana. Tinggal kita sendiri bagaimana menjemputkan. Bisa dengan cara baik, atau tidak. Kalau saya pengennya yang baik. Dengan ridho suami. KArena keberkahan itu penting. Biukin rejeki halal dan toyyib tentu saja nggak mudah. semoga allah mudahkan untuk kita menjemputnya.

Salam,

Liya

0 komentar:

Posting Komentar

 

Total Tayangan Halaman

Live Traffic Blog

Institut Ibu Professional

Institut Ibu Professional
Klik gambar untuk mengetahui kegiatan yang berhubungan dengan IIP

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan

Komunitas Emak2 Blogger