Kejarlah Akhirat Maka dunia Mengikutimu - Semudah itu kah?

Oke saya akan memulai topik yang sesuai dengan saya ini, ya. Hehehehe. Proses hijrah yang ternyata bikin saya luamayan kaget juga. Tapi saya bahagia dan akan menuliskan semuanya insya Allah di sini.

Hati saya terkoyak saat adek saya sakit lalu bapak saya sakit. Dan sekarang kalau ada yang ngomel saama saya, saya memilih diam. Ada moto baru saya nih.

Jangan marah ketika mengambil keputusan.
Ketika marah, jangan ambil keputusan.

Ini penting banget karena fatal banget keputusan saya kemarin walaupun sebenernya hikmahnya juga banyak. Oke, saya akan cerita lain kali ya...

Saya mau bahas...

Kejarlah Akhirat Maka dunia Mengikutimu - Semudah itu kah?
Ya, semudah itu kah? Ternyata ngejar akhirat itu nggak semudah itu bro, sist! Hahaha. Saya sama sama bikin kelas ngaji dan gambar. Kalau dari latar belakang, saya jauh lebih menguasai ngaji daripada menggambar. Saya lebih banyak bel;ajar ngaji dalam hidup saya daripada menggambar. Saya lebih terpapar nmgaji dari gambar. Bapak ibu saya ustadz ustadzah. Tapi apa yang terjadi?

Kelas mengaji saya sepi.... Padahal gratuis. Sanggar saya rame sampai saya punya asisten. Padahal kecintaan saya di dunia ngaji melebihi dunia  gamabar. Cobaannya? Jangan diatanya. Ngaji itu cobaannya banyak bangeeet. Sudah saya jelasin di blog sebelumnya ya. Ya, karena ketika kita kejar kahirat, kita dapat dua. Ketika kita kejar dunia, kita cuma dapat 1. Makanya itu, kenapa kok mengejar dunia itu nampak lebih mudah ya...

Hehehe

Tapi saya nggak akan menyerah. Meski rada tertatih sebenernya ya... Saya tetap akan maju terus. Insya Allah. Makanya saya nulis di sini untuk pengingat. Saya insya Allah mulai Senin depan siap  buka kelas Tahfidz lagi. Moga moga yang daftar ada ya....

0 komentar:

Posting Komentar

 

Total Tayangan Halaman

Live Traffic Blog

Institut Ibu Professional

Institut Ibu Professional
Klik gambar untuk mengetahui kegiatan yang berhubungan dengan IIP

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan

Komunitas Emak2 Blogger