hijrah bukan hanya untuk orang "tak baik"

Ini adalah kehidupan yang lumayan berat untuk pernikahan kami. Setelah yang berat berat sebelumnya tentunya. Matematika allah ini sungguh berbeda dengan matematika manusia. Ya, saya diantara tebing yang gelisah setiap detiknya.

Bukan keinginan, tapi hati ini sungguh gundah. Sebenarnya saya bahgaia karena hafalan anak saya makin bertambah. Lebih dekat dengan banyak orang yang sholeh. Tapi rasanya cobaan nggak henti hentinya. 

saya nggak akan menceritakan cobaan cobaan saya karena membongkar aib. Saya nggak mau. Lalu katanya, saya akan semakin mengukir dan susah lupa kalau saya ceritan. saya akan ceritakan bagaimana proses hijrah saya dan akhirnya bangkit.

Oke, saya tidak pernah mendapatkan lingkungan yang kurang baik. Begitu baiknya Allah. Orang tua saya mempunyai binaan dan satri yang cukup banyak. saya yakin ini berkat kebaikan beliau. Doa mereka dan santri santri mereka. Doa mereka setiap detiknya. Setiap harinya.

Tapi, saya tetap butuh hijrah. 

Turunnya keimanan dan ketaqwaan saya sejak SMP. di mana saya akhirnya berani melakukan sesuatu yang agak nakal. Kenapa agak? Ya karena nggak nakal nakal amat. Akhirnya menurun terus sampai akhirnya saya menikah. Lalu keguguran. Keguguran ini saya mulai bangkit. /Memperbaiki lingkungan saya. Allah pun beberapa kali "memaksa" saya ke lingkungan dan kondisi lebih baik.

Mulai dari keguguran, musibah yang membuat saya sangat terpukul dan akhirnya saya kena CMV. Tapi akhirnya blog saya jadi ramai. Saya dipaksa jadi orang baik. Alhamdulillah saya dipertemukan dengan banyak orang yang baik. Keguguran juga bikin saya kerja di rumah. Orang yang sebel banget di rumah jadi betah banget di rumah. 

Keadaan saya pun makin nyaman. Saya nggak masalah dengan LDR saya dan suami. Tapi kahirnya saya harus keluar dari rumah orang tua saya. saya ngekost. Sebenarnya sudah lam saya ingin ngekost tapi saya nggak tega dengan orang tua kami. Nggak enak aja rasanya. Adek saya juga masih anak anak. Kadang masih butuh saya dan anak anak. dan bemar saja. Dua minggu saya ngekost adek saya kena ISK. Pipisnya sampai berdarah, saya harus balik ke rumah. saya sebenarnya sudah nggak merasa nyaman karena saya ingin mendidik anak saya dengan cara sendiri. Bukan orang tua atau adek adek saya tapi ada seseorang yang bikin saya stres berat. Yasudahlah ya...Saya yakin 

Kalau suami libur saya ke rumah mertua. Ya, buat bakti suami ke orang tuanya. Karena pernah nggak ke rumah mertua, mertua marah. Kadang saya iri dengan keluarga lain yang nggak harus memikirkan keluarga sebanyak ini. Tapi saya tetap jauh lebih beruntung karena masih lengkap orang tua kami. 

Ya, kadang saya iri dengan keluarga yang hanya memmikirkan keluarganya sendiri. Waktu saya di kosan saya lumyan jauh lebih waras. Saya bisa memikirkan waktu sesuka hati saya. Saya bisa menulis naskah. saya bisa mendidik anak ala saya. saya bisa memberikan obat dan apapun dengan kemampuan saya. saya bisa rutin murojaah anak. Mendengarkan tilawah. Meski kelihatan kasihan saya sangat bahagia. 

Tapi saat ini saya harus kek keluarga lagi demi adek saya, Ya walaupun oleh seseorang saya dihina terus, dibandingkan terus. Tapi kadang saya juga stres, pengen jalan jalan, pengen punya dunia sendiri. Tapi ya giman. Kalau suami pulang saya harus ke mertua. Capek. Hampir nggak ada waktu untuk dunia saya sendiri. 

saya mengerti kenapa menjadi seorang ibu itu pahalanya gehde banget. Kenapa dulu saya nggak langsung dipercaya jadi orang tua. Karena memang berat.sama sekali nggak bisa menaruh keinginan diri sendiri di paling tas. sama sekali nggak bisa. Keinginan harus dikubur dalam dalam. Nanti saja, nanti saja sampai akhirnya nanti lupa.

Saya yakin ini cara Allah mencintai saya.

SAYA HIJRAH DARI HARI KE HARI AGAR MENJADI LEBIH BAIK LAGI. LEBIH PANTAS UNTUK MENJADI GURU.

Bahagia memang kita yang ciptakan. Tapi saya memilih untuk mensyukuri meski rasanya berat sekali. Bismillah. Terimakasih ya Allah.. Semoga aku bisa lebih baik lagi dengan cobaanmu yang bertubi tubi ini :)


0 komentar:

Posting Komentar

 

Total Tayangan Halaman

Live Traffic Blog

Institut Ibu Professional

Institut Ibu Professional
Klik gambar untuk mengetahui kegiatan yang berhubungan dengan IIP

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan

Komunitas Emak2 Blogger