Beratnya Ujian Saat Hijrah

Nggak terbendung deh nangisny saya ketika tahu Bapak akhirnya opname. Hedeeh. Kepala inirasanya mau copot aja. YA allah ini ujian apalagi buat buka rumah tahfidz? apa emang harus sesuci itu?

Ya. Ini kan nggak main main ya. Nggak sekadar punya Rumah Tahfidz. Jadi gurunya lho saya ini. Jadi ya harus siap dengan banyak rintangan. Nggak boleh gampang marah lagi, nggak boleh gampang sebel lagi, nggak boleh ngomel lagi. Harus jadi teladan yang baik.

Iya saya tahu kalau saya dosanya dah besar banget. Tapi saya nggak nyangka bener deh kalau hijrah itu prosesnya seberat ini Ya allah. Pantas banyak yang mecutat  dengan cara yang ekstrim ya.

Saya mau balik lagi ke blog buat curhat. Kalau nanti di fb sama ig ya cuma buat melukis aja. Allah kayaknya nggak suka saya suka ngumbar kehidupan saya. Hehehe. Nggak boleh banyak ngeluh.

Besok Senin insya Allah saya mau memulai kelas tahfidz lagi. Semoga masih bisa ya. Bisa kuat dan tetap semangat.

Ya Allah terimakasih engkau memberiku banyak sekali cobaan bulan ini agar saya tetap kuat. Pantaskan lah saya Ya allah untuk menjadi Hafidzah. Untuk mengkaji ilmumu. Untuk sellau mendekatkan diri kepadamu.



0 komentar:

Posting Komentar

 

Total Tayangan Halaman

Live Traffic Blog

Institut Ibu Professional

Institut Ibu Professional
Klik gambar untuk mengetahui kegiatan yang berhubungan dengan IIP

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan

Komunitas Emak2 Blogger