Kelas LDR #1 Mengapa Tak Berminat ikut Komunitas yang Ada Laki-lakinya?

Assalamu'alaikum. Saya menjelang pernikahan 6 tahun, sekaligus LDRan 6 tahun mau menulis tentang LDR terus nih. sebagai bentuk rasa syukur saya karena kami berdua alhamdulillah nggak pernah berantem hebat. Hahaha.

Oke, saya mau langsung ke topik aja ya.... Kenapa saya nggak aktif di komunitas yang ada laki-lakinya? Karena saya sendiri mudah tergoda, cuy. dulu waktu saya seolah, SMP sampai kuliah. sahabat saya kebanyakan laki-laki. Untung salah satu sahabat saya ngawinin saya. Hahaha. saya lebioh sering curhat ke laki-laki daripada perempuan karena pikirannya lebih simpel aja. Waktu itu. Trus saya lebih suka nerima curhatan sih sebenarnya. Tapi, memang dulu sahabat saya banyaaak. sekarang tinggal sebiji doang. /itu pun rumahnya jauh. Perempuan tomboy. Jadi, ya bisa dipastikan ya, saya lebih nyaman dengan orang orang yang pikirannya nggak ribet.

Nah, karena saya orangnya lebih mudah nyaman dengan laki-laki, ternyata bisa jadi saya ini mudah jatuh cinta. eh bukan jatuh cinta kali ya. Tapi mudah suka. akhirnya, saya membatasi diri saya dengan tidak berkomunitas dengan yang ada anggota laki-lakinya. Hasilnya bagaimana?

Memang sangat terasa positif banget sih untuk saya. Interaksi di hanphone saya yang laki-laki cuma pelanggan dan ustadz anak saya. Itu saja tidak penting isinya dan kalau sudah terpaksa alias harus dibalas. Wkwkwkwk. Lainnya nggak ada. Kalau ada yg bisa diselesaiakan oleh perempuan, saya lebih memilih perempuan saja. Alhamdulillah saya nggak jatruh cinta dengan laki-laki lain.

Dengan hanya berkomunitas dengan komunitas yang nggak ada laki-lakinya, nggk ada kesempatan juga untuk curhat dengan laki-laki lain. saya kalau curhat selalu sama suami. Tapi kalau suami pas sibuk banget, saya curhatnya ke sosmed. Wkwkwkwkw. Karena nggak berkomunitas dengan yang ada laki-lakinya, yg komen di postingan saya pun perempuab semua. Hahaha. Jarang yang laki-laki. 

Pernah teman lama suami yang sudah beristri bilang... aku udah kenal Imul lama, jadi aku tahu dia gimana. seolah-olah dia lebih tahu daripada saya.

saya tidak ingin seperti wanita itu. Persahabatan saya dengan teman laki-laki jaman dulu, terputus sejak saya menikah. saya tidak lagi curhat curhatan laaah. Tapi memang masih berhubungan baik beberapa. Berhubungan baik artinya tidak bermusuhan. Saya tidak mau jadi merasa paling kenal teman saya itu daripada istrinya. Menururt saya, wanita terbaik untuk dia ya istrinya itu. Yang paling paham ya istrinya. Karena istrinya yang paling dia cintai. Saya tidak mau membuat sedikitpun rasa cemburu kepada istrinya. Saya nggak percaya karma, tapi pembalasan itu ada. Hahahahaha. Alhamdulillah, dengan saya menjaga, keluarga saya pun di jaga.

Tapi suami kan banyak berinteraksi dengan wanita lain? Gimana dong?

Saya menjaganya dengan doa. suami saya alhamdulillah selalu curhat dengan saya. Ya, kami memang sebelum menikah sudah bersahabat baik. Dia sahabat laki-laki terbaik saya. Mungkin saya juga sahabat terbaik dia, buktinya saya yang dinikahin. Yang dikasih jatah bulanan dan dipercaya mengelola uang dia. Hwehehehe. saya percaya penjagaan Allah adalah segalanya. dengan saya menjaga diri sendiri, insya allah, Allah juga jaga suami saya. Kami berkomitmen tidak menerima curhat dari lawan jenis. Kalau ada yang curhat kami ceritain. Wkwkwkwkwkw. suami akhir-akhir ini sering pakai hp saya. Bukan karena curiga, tapi karena hp saya lebih bagus. Wkwkwkkw. Padahal dia juga yang beliin.

Kenapa poin ini saya kasih di nomor satu? Karena menurut saya, dasar penting dari pernikahan adalah rasa nyaman. Dengan tetap menyandarkan kenyamanan kepada suami, insya allah hati seorang istri tetap terjaga. Nah, dengan berkomunitas dengan ibu-ibu saja, saya merasa nggak ada gangguan yang harus saya selesaikan secara serius untuk masalah hati. Semoga tulisan saya bermanfaat ya.... Tentu tiap individu beda-beda cara menangani hatinya. Ini menjaga hati versi saya. Kali aja sama, kan, ya...

Wassalamu'alaikum 

0 komentar:

Posting Komentar

 

Total Tayangan Halaman

Live Traffic Blog

Institut Ibu Professional

Institut Ibu Professional
Klik gambar untuk mengetahui kegiatan yang berhubungan dengan IIP

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan

Komunitas Emak2 Blogger