Jangan Katakan Ini! Pada Ibu yang Setelah Melakukan Operasi Sc

Assalamu'alaikum

Alhamdulillah saya sekarang sudah mendekatti HPL dan berusaha untuk melakukan persalinan normal. PErsalinan sebelumnya saya SC karena anak saya sungsang. Sempa nangis kejer karena saya sudah berusaha senam yang sujud itu tapi tetep anak nggak mau muter. Alhamdulillah sudah pasrah dan alhamdulillah anak saya sehat sampai sekarang. Tapi, nggak bisa dipungkiri, di awal melahirkan banyak sekali yang judge saya aneh-aneh. Untung ibuk saya nggak. Jadi saya nggak mengalami baby blues. 

Nah, saya mau berbagi, nih, bagaimana ETIKA orang yang menjenguk orang melahirkan pasca SC.

1. Jangan membanding-bandingkan. 

"Kemarin aku sungsang, bisa tuh balik"
Kemarin saya juga hamil pertama sujudnya dari usia 6 bulan, lho. Yang kehamilan ke dua sudah tujuh ke delapan cuma sujud nggak ada seminggu sudah balik. Jadi, jangan membanding-bandingkan kalau nggak tahu usahanya. Jangan somobng karena kemudahan itu dari Allah bukan semata-mata dari usaha sendiri.

"Kemarin aku usahaku keras buat lahir normal. Iu cuma akal-akalan dokter aja agar SC"
Emang kamu menjamin keselamatan anak kalau beneran dipaksa normal? Bahaya, lho, kalau beneran normal.

"Dulu anakku sungsang bisa tuh lahiran normal"
Anak ke berapa? Ada lilitan, nggak? Kembali lagi. Emang kalau sini yang lahiran SC situ ikut repot? Kalau dipaksa normal situ mau tanggung jawab kalau kenapa-napa. Paling juga nyalahin, kan?

Daripada membanding-bandingkan lebih baik memberikan selamat dan memuji dengan banyak-banyak bersyukur. 

"Wa... anaknya cantik, sehat. Ibunya juga alhamdulillah sehat."
Kalau belum bisa jalan bisa dibantu dan disemangati untuk jalan. Jangan sampai deh karena kata-kata kita jadi menyakiti dan bikin baby blues dan akhirnya depresi. Kalau anaknya sampai kenapa-napa karena ucapan kita, mau jadi dosa jariyah?

2. Jangan menakut-nakuti

"SC? Lahiran berikutnya SC lagi dong? Kan nggak bisa normal?
Sebelum ngomong lebih baik cari referensi dulu, deh. Nggak semua kali SC trus harus SC lagi. Ada banyak langkah untuk bisa melahirkan normal. Lagipula baru aja lahiran kok bahas kelahiran selanjutnya. Luka perut belum kering, lho. Itu clekit clekitnya lama, lho. 

3.  Sok merasa menjadi ibu yang sempurna karena melahirkan normal

"Wah, enak, ya, SC... Nggak ngerasain ngeden, hidup, dan mati ketika melahirkan."
SC juga takut kali. Dibeleh perutnya. Bukan jalan yang semestinya. Daripada membanggakan diri karena berhasil melahirkan normal, lebih baik menguatkan sang ibu, memberikan saran yang baik, dan memberi kekuatan.

Saya waktu itu seneng banget dijenguk sama emen-temen IIDN yang sudah berumur. Justru saya lumayan stres waktu dijenguk sama yang seumuran yang membanggakan diri dan menyalahkan keadaan saya. HAhaha. Nah, ini yang dilakukan ibu-ibu IIDN yang membuat persalinan pasca SC saya bahagia dan harus disyukuri,

Waktu saya asinya keluar susah, nggak ada yang menyalahkan saya karena saya SC. Ada sih saudara yang bilang kalau SC biasanya asi seret jadi nunggu sekitar seminggu nanti pasti lancar. Saudara saya memberi semangat sedikit-sedikit dulu nggak papa yang penting disusuin terus. anak juga butuhnya masih dikit, kok. Waktu itu Mbak Anjas IIDN dan Mbak Marul IIDN datang mengajari saya menyusui yang benar, menggendong yang benar, ngajari suami saya. Itu bikin saya bahagia banget! saya jadi merasa menjadi ibu yang nggak ada bedanya dengan lahiran normal.
--
Setelah melahirkan, saya ditemeni Bunda Sulis IIDN. IIDN itu komunitas menulis, ya... Bunda dulu juga SC. Waktu saya belajar miring dan bangun, memang agak sakit. Tapi Bunda selalu menyemangati kalau saya latihan saya nggak akan mati. Bahkan kalau sudah 24 jam, mau lari maraton pun nggak papa. saya jadi semangat latihan. Saya bisa bangun sempurna setelah 24 jam. Termasuk cepat! Belum 3 hari saya sudah pulang. 
__
Mbak Tari IIDN mengatakan kalau anak keduanya bisa melahirkan normal pasca SC. Itu bikin saya bahagia bangeeet! Saya tetap mensyukuri kelahiran yang sekarang karena saya dan anak selamat. Saya juga optimis insya Allah bisa melahirkan secara normal persalinan berikutnya.
___
Ada banyak banget yang menjenguk saya IIDN yang nggak bisa saya katan satu per satu. Mereka semua menyemangati saya. Nggak ada yang menyalahkan keadaan saya. Mungkin karena mereka ikut bahagia waktu saya melahirkan anak. Ah, terimakasih ibu-ibu IIDN.
..
..
Sebentar lagi saya insya Allah melahirkan anak kedua saya dari kehamilan ketiga, Saya berharap saya bisa melahirkan normal. Insya Allah... 
..
..
Insya Allah samai ketemu di postingan berikutnya pengalaman saya melahirkan normal setelah persalinan SC ya... Insya Allah....

Wassalamu'alaikum

Salam,

Liyaswandari

0 komentar:

Posting Komentar

 

Total Tayangan Halaman

Live Traffic Blog

Institut Ibu Professional

Institut Ibu Professional
Klik gambar untuk mengetahui kegiatan yang berhubungan dengan IIP

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan

Komunitas Emak2 Blogger

Google+