Merayakan LDR-an 4.5 Tahun!

Postingan ini penting-penitng gimana gitu... Hahahaha. Antara berfaedah dan mau buang sampah...

Saya menulis ini karena saya baru kangen. Hahaha. Ya jelas lah... Walaupun sudah 4.5 tahun LDR-an tapi tetap saja ada kangen-kangennya gitu. suami saya ukan perkeja kantoran tapi di lapangan. Lumayan sih sekarang agak bersih. dulu keluar masuk hutan, naik turun gunung. Kalau pulang dengkulnya mengsle lah, panuan lah... Hahahaha.

Lalu, bagaiman sih caranya tetap bertahan? Sebbenarnya saya ini baru mau menyerah makanya nulis. Wkwkwkwkw. Saya hamil masubisa bk tiga bulan. Beda dengan kehamilan sebelumnya. Sekarang mual parah. Saya sudah masuk UGD dua kali. Anak sudah tiga kali. Ini bukan hal mudah untuk seorang istri yang LDR dan tinggal di rumah mertua. Wkwkwkwkkw. Sekarang saya tinggal di rumah bapak ibu kandung saya karena di kampung. Jadi, udaranya lebih segar, ya... 

Hamil saya yang sekarang sama tidak mentoleransi bau apapaun. Wangi, amis, bau, masakan, dan lain-lain. Saya semkain sedih karena saya tidak bisa masak karena lihat bawang saja sudah muntah. Mencuci baju bisa bantu karena pakai mesin, tapi menjemur nggak bisa karena nggak kuat pakai pewanginya. Kalau mandi saya muntah-muntah karena bau sabun atau sampo. Obat mual hanya berfungsi agar asupan saya nggak keluar. Saya berharap LDR ini segera diakhiri karena saya tidak tahan merepotkan orang lain. Sedih banget nggak sih kalau kita jadi beban orang lain? Tanapa suami lagi. Waktu di UGD aja saya sama om saya, yang om saya itu om ipar. Jadi hubungannya jauh. 

Tapi, suami saya belum bisa. Katanya tunggu setahun lagi? Sedih banget! Marah? Jelas lah..... apalagi dokter se,mpat bilang janinnya gimana gitu. Hiks. Saya sudah tidak tahan jauh-jauhan. akhirnya saya ngedrop lagi. saya melihat anak saya dan janin saya ternyata sehat! Saya harus bertahan untuk mereka berdua. saya harus berpikir. Ini tak kan lama. Ini tinggal sethaun lagi lalu kami tinggal sama-sama. 


^^ 1 ^^

di tengah kebencian saya terhadap suami saya yang saya nggap egois, hahahaha, saya akhirnya list semua kebaikan suami dan tujuan suami saya mau LDR. Saya jadi terharu. Akhirnya cinta lagi. Wkwkkwkw. Ya, saya beruntung punya suami yang setia, mau bkerja keras untuk keluarganya smapai mau jauh-jauhan. Saya tahu ini juga berat untuk dia. Tapi memang kondisi berbeda-beda. Beliau punya bakat di sana jadi harus dioptimalkan agar menjadi master sehingga impiannya tercapai. Dan saya harus di sini menjaga anak saya, menjaga kesehatan anak saya. Ini tak akan lama..... Bertahanlaaah...

^^ 2 ^^

Saya membatasi diri untuk tidak berteman dengan banyak orang agar tidak banyak komentar yang membuat saya tidak bersyukur, Ini penting sekali, ya... Karena sering terbawa hati karena perkataan orang lain.
"Kok suami tegas, sih? " - saya jadi marah-marah ke suami
"Kamu matre ya, cuma mau uangnya, gak butuh nafkah batinnya." - sebenarnya mulutnya pengen aku pukul ni orang. Hahha. Tapi yoben lah. Biar Allah yang balas, ya.....

akhirnya saya membatasi berteman dengan orang-orang yang menghargai kondisi saya dan tidak memperburuk pikiran saya. KArena yang saya urus ada anak dan janin. Lebih baik saya kehilangan teman daripada kehilangan buah hati saya. Dan bisa jadi suami saya juga karena komentar nyinyir orang-orang.

^3^

Mencari keluarga yang tidak beruntung dari saya. Ini banyak banget, ya... Ibu saya juga sering cerita keluarga-keluarga yang lebih tidak beruntung dari saya. Saya lalu bersyukur kepada allah dan memminta ampun betapa kufur nikmatnya saya atas semua kelebihan yang diberikan kepada saya. Nikmat yang tak habis-habis. Msalsah saya hanya jauh dengan suai. Sedangkan yang lainnya tidak terlalu fatal. Semoga Allah mengampuni saya... Semoga Allah masih pantaskan saya menjadi ibu dan istri dari suami saya.



Ini 4.5 tahun lalu saat nikah. suami saya hari keempat sudah harus pergi lagi untuk kerja. Sejak saat itu kami LDR-an samapai sekarang. Walaupun pernah tinggal bareng, nggak pernah lebih dari seminggu. Hahaha. YAsudah lah ya... Gak papa.. Jalan orang beda-beda. Yang penting bisa ketemu di surga. Insya Allah.


Sebenarnya saya mau tampilkan foto, tapi kalau saya ketemu suami nggak sempat pegang gadget. Apalagi foto bersama. Jadi saya tampilkan foto seadanya saja, lah.... Semoga keluarga kita senantiasa diliputi kesyukuran, kebahagiaan, dan dijaga Allah ya GAes. Hahaha

Makasiiiih...

Semoga bermanfaat :)

Ini foto terbaru saya bersama anak dan teman-teman IIDN yang nggak pernah nyinyir sama urusan orang tetapi sellau ngaish kegiatan positif untuk saya. Muah! Ini bedah buku saya, lho. Haha.

Kalau ini foto sama Kumpulan Emak2 Blogger. Ini juga komunitas yang membuat saya selalu positif!


1 komentar:

  1. Semangat Liya...pasti dirimu bisa! semoga kehadiran adiknya Mbak Alsala (ganti lagi) makin mengokohkan pernikahan kalian. Aamiin

    BalasHapus

 

Total Tayangan Halaman

Live Traffic Blog

Institut Ibu Professional

Institut Ibu Professional
Klik gambar untuk mengetahui kegiatan yang berhubungan dengan IIP

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan

Komunitas Emak2 Blogger

Komunitas Menulis

Google+