Menghadapi Anak Tantrum di Rumah dengan Komunikasi Produktif

Asslamu'alaikum Bunda-bunda Cantiiik :D

Dua hari yang lalau, pertama kalinya dalam hidup saya, anak saya tantrum, karena minta HP. YA, malam itu dia bosan sekali. Lalu lihat ibunya pegang HP. Padahal, saya pikir anak saya sudah tidur. Langsung mintalah sang anak kepada saya. Karena udah larut malam, saya tidak memberikan. Sangat di luar dugaan, dia gulung-gulung di kasur. Saya angkat untuk dipeluk, dia meronta-ronta ingin turun, lalu kembali lagi ke kasur untuk gulung-gulung sambil nangis, meminta HP saya, Karena nggak biasa nangis lama, jadilah anak saya gampang capek. Ya, nggak samapi sepuluh menit lah... Dia mulai capek.Lalu nangis mulai mereda. anak saya lalu saya gendong mencari mainan lain. Eh, dia nyantol ke LEunca yang belum dimasak lalu memainkan itu. stelah itu minum susu, dan dia tenang kembali. akhirnya, tidur. 

Sumber Gambar : copyright thinkstocphotos.com


https://www.vemale.com/keluarga/49061-cara-mngendalikan-tantrum-anak.html

Kesimpulannya -  tipsnya apa? 

1. Ketika anak tantrum diamkan sejenak tanpa berkata apapun, tetap tenang. Dia hanya ingin bicara dan didengarkan. Jika memang tidak baik, maka diamkan anak. Jika dituruti, itu kan membuat anak membuat nangis sebagai senjata. Dan konon, tantrum selanjutnya lebih lama. Pada hari berikutnya, anak saya sama sekali tidak meminta hp. 

2. Jika barang ada di depan mata, lebih baik disembunyikan. Ketika, dia tenang, beri pengertian baik-baik dengan Komunikasi Produktif. 


Kalau saya memilih dengan cara mengalihkan dan sama sekali tidak membahas. Membahas 'mainan' baru lebih mengasyikkan. 

3. Untunglah orang tua saya yang ada di sana tidak ikut campur dengan mengatakan kasihan. Ibu saya memberikan kesempatan kepada saya bagaimana saya mengahadapi anak. Alhamdulillah orang tua saya mengerti itu. Jadi, orang tua saya menjauh. Lalu bagaimana jika orang tua ikut campur? Jauhkan dari orang tua agar orang tua mengerti. Tak perlu bertengkar di depan anak karena anak akan merekam orang lain akan memberikan apa saja yang dia mau. Lain kali. dia meminta perlindungan orang lain. Bukan memahami bahwa maksud kita tak memberikan itu baik.

4. Tidak memberikan iming-iming hadiah ketika diam. Mengalihkan bukan berarti memberikan hadiah lain, ya? Mengalihkan bisa saja dengan mengajaknya jalan-jalan, menyanyi, atau hal ini. 

5. Memeluknya ketika dia sudah agak tenang. 

6. Memujinya ketika dia sudah diam. 






0 komentar:

Posting Komentar

 

Total Tayangan Halaman

Live Traffic Blog

Institut Ibu Professional

Institut Ibu Professional
Klik gambar untuk mengetahui kegiatan yang berhubungan dengan IIP

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan

Komunitas Emak2 Blogger

Komunitas Menulis

Google+