Komunikasi Produktif #1 KISS





Assalamu'alaikum. Saya awali dengan video anak saya berusia 23 bulan untuk saya minta melakukan sesuatu dengan manik-maniknya. Bahasnya nanti, ya.... saya mau cerita dulu.



Sebenarnya ini untuk tugas Bunda Sayang Institut Ibu Professional. Fiuuuhhhhh! Pertama kali lihat grupnya saya jadi stres berat karena notifnya banyak banget! Dalam hati, ibu-ibu ini sempat-sempatnya bercanda di grup apa nggak punya kesibukan domestik, ya? Baca chat ribuan? Katanya ada gadget time tapi kok chatnya ada terus?



Ternyata beda komunitas memang beda kebiasaan ya. Di sini terlalu beragam. Jadi, ya wajar kalau anaknya ada juga yang sudah sekolah  waktunya lebih longgar. Saya belum mengalami fase itu jadi ya memang maklum dulu lah ya... Belajar pelan-pelan menjadi ibu. Kalau ada notification saya lebih baik clear chat hahaha karena saya benar-benar nggak nyandak buat baca semuanya. Apalagi baru hamil muda trus sering hoek hoek.  Anak saya juga bisa protes berat kalau kerjaan saya baca chat mulu! Itu bukan tujuan saya di IIP, ya... tujuan saya agar bisa lebih bermanfaat untuk anak dan lingkungan. Lha kalau baca chat terus kapan aksinya? Saya jadi tertantang bagaimana tetap belajar tapi tidak mengganggu saya sebagai ibu.



Jadi saling toleransi saja, lah.... Yang longgar silakan berchat ria, sedangkan yang memang nggak bisa mengejar seperti saya, ya tinggal clear chat aja kalau dirasa sudah penuh. Untunglah ada fasilitator yang meresume di fb jadi saya bisa baca ulang yang penting-penting saja via laptop. Alhamdulillaaaah..... Dan itu nggak masalah.  Kami punya cara belajar masing-masing tentu saja semua saling menghargai.



Makasih Mbak Fasilitator... Makasih Panitia...  Makasih Teman-teman...



Oke langsung ke tugas pertama yang dilaksanakan 10 hari. Hahaha. Lumayan juga nih. Tapi kalau nulis di blog sudah rutinitas jadi bisa dialokasikan. Mau tahu tugasnya apa?



:)



1. Bikin forum keluarga



Kalau ini tidak sulit untuk keluraga saya karena memang habis maghrib kami selalu ngumpul. Tapi sayangnya keluarga besar saya, ya. Bukan saya anak dan suami. Hahaha. Suami saya kerja di Jakarta sedang mengejar cita-citanya sedangkan saya menjaga anak saya.



Rapat keluarga dan menyampaikan kalau saya akan melakukan komunikasi produktif pada anak! Adek-adekku ikut-ikutan. Hehehe. alhamdulillah....



2. Tantangan Komunikasi Produktif pada Anak!



Saya akan mencoba satu per satu agar dapat menghayati. Kalau langsung semua takutnya lupa. Jadi per hari saya coba satu-satu. Apalagi anak saya masih batita, kan harus pelan-pelan. alesyan! Hehehe.



Oke, kita putar video yang ada di atas ya....



^-^


Komunikasi Produktif kepada Anak ini namanya KISS singkatan dari Keep Information Short and Simple. 


Intinya pada menggunakan kalimat tunggal, bukan kalimat majemuk.


Ketika saya meminta Alsala untuk menaikkan manik-manik dengan perintah satu-satu, dia memahami benar. Jadi perintahnya satu-satu, dilaksanakan, baru lanjut ke perintah selanjutnya. Informasi terserap pelan-pelan satu demi satu.



Perhatikan perintah ke dua, ya... Ketika saya memintanya dengan berbagai perintah. Dia melaksanakan hanya yang terkahir. Langsung ditutup. Hahahaha.



Jadi ingat jaman dulu, ketika ada perintah dari orang tua, kalau banyak, saya harus menulis di tembok, Karena takut lupa. Tapi kalau anak-anak yang belum bisa menulis memang sebaiknya satu-satu, ya.... Karena memori anak terbatas.



Materi ini sangat sederhana tapi ternyata efeknya besar, ya... Sebagai seorang ibu harus bersabar ketika meminta tolong kepada anak. Ketika memintanya menjadi sesuatu nantinya.  Jadi anak sholeh, tentara,  dokter,  bla bla bla...  Gak gitu ternyata caranya. Satu-satu yang sabar dan telaten. Step by step sesuai dengab kemampuannya, melalui proses yang dia mampu.

Begitu juga saya sebagai ibu.  Gak mungkin jadi ibu yang sempurna.  Satu satu belajarnya.  Sabar.  Informasi satu demi satu diserap sehingga paham benar.



Besok komunikasi produktifnya apa, ya? Mau tahu? tunggu postingan saya besok, ya....



Komunikasi Produktif diambil dari Materi Bunda Sayang Institut Ibu Profesional 
/Tim Fasilitator Bunda Sayang #3/


dengan Sumber bacaan:
Albert Mehrabian, Silent Message : Implicit Communication of Emotions and attitudes, e book, paperback,2000
Dodik mariyanto, Padepokan Margosari : Komunikasi Pasangan, artikel, 2015
Institut Ibu Profesional, Bunda Sayang : Komunikasi Produktif, Gaza Media, 2014
Hasil wawancara dengan Septi Peni Wulandani tentang pola komunikasi di Padepokan Margosa
ri

3 komentar:

  1. wah ditunggu selanjutnya apa ya

    BalasHapus
  2. saya sukkak...

    anak pasti tambah lengket sama bundanya ya...top markotop

    BalasHapus

 

Total Tayangan Halaman

Live Traffic Blog

Institut Ibu Professional

Institut Ibu Professional
Klik gambar untuk mengetahui kegiatan yang berhubungan dengan IIP

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan

Komunitas Emak2 Blogger

Komunitas Menulis

Google+