Dapatkah Komunikasi Produktif - Produktif untuk Menghentikan Anak dari Youtube? (Day 3)





Asslamua'laikum Ibu-ibu Pembelajar Tersayang

Ini pentas pertama kali Sa'dayka. Usianya masih 20 bulan tapi dia sudah berani. lho. Nggak nangis lagi. Saya, sih, bangga, ya.... Yaiyalah. Anak sendiri pasti semua orang tua bangga.



Lalu apa hubungannya hobi anak dengan mengalihkan dari youtube, ya? Oke saya akan cerita dari awal, ya....



Hari ke tiga ini saya sudah bisa menyimpulkan bagaimana mengurangi intensitas anak ke youtube. Walaupun hari ini gagal karena saya harus bedrest sejak siang, dan anak saya nggak ada yang jaga. Maka youtube lah penyelamatnya. Hahaha.



Oke, apa saja cara untuk mengurangi intensitas youtube.

1. Sembunyikan semua gadget yang bisa untuk mengakses youtube. Ada hp, tablet, laptop, tv. TV bisa ditutup, ya... anak saya kalau nggak lihat suka lupa. Kalau dia tiba-tiba minta, dialihkan lebih mudah jika tidak ada barangnya.

2. Alihkan menggunakan aktivitas yang sesuai hobinya. Anak saya menggambar dan menyanyi. akhir-akhir ini suka menggunting juga, sih. Nah, bisa dilaihkan ke kegiatan tersebut. Lalu bagaimana jika ditinggal memasak atau mandi? Biasanya saya menyiapakaan stiker murahan gitu biar ditempel di tembok. Di kamar kakeknya ada kaca besuaar. Dia biasnaya nyanyi-nyanyi di depan sana bisa lama.

3. Cara mengalihkan menggunakan Komunikasi Produktif. Ada 11 teori. Bisa dibaca di sini, ya... Lumayan ampuh untuk mengalihkan, lho...

Nah, itu tips dari saya. Semoga besok saya sehat dan nggak bedrest lagi, ya... Pengen deh rasanya sehari tanpa youtube. Semngaaaaat!!

0 komentar:

Posting Komentar

 

Total Tayangan Halaman

Live Traffic Blog

Institut Ibu Professional

Institut Ibu Professional
Klik gambar untuk mengetahui kegiatan yang berhubungan dengan IIP

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan

Komunitas Emak2 Blogger

Komunitas Menulis

Google+