Dapatkah Komunikasi Produktif - Produktif untuk Menghentikan Anak dari Youtube? (Day 1)

Asslamu'alaikuuum

Saat yang dinanti nanti saya tiba! Yaitu menerapkan pada kasus yang telah lama saya ingin saya tangani. Saya ingin seklai membatasi anak saya untuk nggak youtube. Tapi,,,, Belum bisa....

anak saya usia 23 bulan. Dia senang youtube karena mengusir kesepian dan kangen ayahnya, sih...

Suami saya kerja di Jakarta dan nggak tentu pulangnya. Bahakan sampai sebulan sekali. Itu pun pulangnya hanya semalam. Kebayang, dong, anak saya kangennya gimana... Apalagi tiap ketemu orang ditanya ayahnya di mana?

Keriduannya hanya bisa ia lontarkan lewat video call atau rekaman lewat WA. Kirim-kiriman video. Upload video dan hal lain yang berhubungan dengan HP. Kalapi suami saya tidak bisa dijadwau nggak pakai hp mau pakai apalagi?

Tapi suami saya tidak bisa dijadwal kapan bisa ditelpon dan sebaliknya. Saya harus stand by hp 24 jam. Buat saya dan anak, mendengar suaranya adalah anugerah! Surga!

Ya, kami masih bersyukur masih punya dia. MAsih banyak janda atau anak yatim, kan, yang lebih tidak beruntung dari kami?

Tapi... Sa'dayka kadang kesepian. Nggak ada teman main kalau siang. Sekolah? Dia belum mau. akhirnya pelariannya ke youtube. Nggak bisa dipungkiri, Sa''dayka banyak dibikin pintar oleh youtube. Saya nggak anti hp juga, sih... Apalagi youtube. Yang saya khawatirkan malah matanya...

Sebenarnya, Sa'dayka kalau sudah capek, hp diberikan ke saya. Tapi kok akin lama durasinya makin lama, ya? Jadi nagih gitu...

Waktu di Kelas Bunda Sayang IIP ada materi komunikasi produktif saya semngat sekali. Satu per satu saya praktekkan dalam format video. Pelan-pelan yang penting saya paham. Saya masukkan youtube agar ayahnya juga bisa melihat. Saya tulis di blog agar suami dapat membaca dan kalau pulang kami bisa praktek bersama-sama.

Ke sepuluh materi sudah saya praktekkan. Hari ini action, deh untuk menangani anak saya.

Ketika dia pegang hp, saya menawarkan berbagai pilihan Tapi nggak mempan. Padahal biasanya kalau sama mainan dia suka teralihkan. Tapi tadi tidak!

Respon : Nangis... Lalu ke Tantenya pinjam HP tantenya...
Tantenya? Kecolongan. HPnya langsung direbut. Hahaha.

Hari ini belum berhasil dengan metode memberika pilihan lain. Bagaimana ya dengan besok? Saya nggak akan memaksa saya atau pun anak saya. Pelan-pelan saja, Doakan, ya... Semoga berhasil! Sampai jumpa besok!

0 komentar:

Posting Komentar

 

Total Tayangan Halaman

Live Traffic Blog

Institut Ibu Professional

Institut Ibu Professional
Klik gambar untuk mengetahui kegiatan yang berhubungan dengan IIP

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan

Komunitas Emak2 Blogger

Komunitas Menulis

Google+