Kalau Kamu Selingkuh, Kita Nggak ke Surga Sama-sama

Asslamu'alaikum

Edisi curhat lagi, ya... Menstruasi kali aja cobannya banyak. Hahaha. Jadi kesenggol dikit harus buru-buru dikeluarkan lewat tulisan, nih. Sebenarnya karena hal sepele, ada yang curhat gara-gara LDR suaminya selingkuh. Trus ada yang bilang, istri bego, ya salah sendiri mau-maunya LDR. Heloooo kondisi setipa orang berbeda-beda, ya. Kalau suaminya baik mah mau LDR 4 tahun juga alahamdulillah masih baik. Alhamdulillah semoga terus dijaga Allah, Aamiin.
'
Saya tahu kok bahwa kebutuhan biologis suami gak bisa ditahan, eh, istri juga begitu, loh... Iya, kan? Tapi kan nikah nggak sesempit itu, kan?

Kalau sedang parno gini, saya biasanya kembali ke tujuan awal kenapa saya mau LDR?

1. LDR dan nggak LDR itu buat saya sama saja karena suami kerja di lapangan. Dulu, saya pernah ikut, tetapi saya keguguran dan nggak ada siapa-siapa. Untung suami bisa ijin kerja mendadak sebelum naik gung. Lah, kalau udah di lapangan giana nasib saya? Suami juga nggak tenang kalau ninggal lama di rumah, Kalau saya di Jogja kan suami tenang, jadi lebih fokus ke kerjaannya,

2. Saya tidak mau menghancurkan mimpi suami dan anak saya demi ke'manja'an saya, Kalau disuruh milih deket atau jauh ya jelas aja saya milih deket. Milih suami kerja yang bisa pulang setiap hari. Tapi saya menikah tak hanya badannya. Saya menikahinya sepaket. Termasuk mimpinya, Ini jalan dia untuk menggapai mimpinya dan saya nggak mau menghancurkannya demi keegoisan saya, dong. Anak saya juga berhak mendapatkan lingkungan yang baik agar baik pula mimpinya. Anak saya kena asma turunan dari keluarga suami. dia bisa sembub kalau renang rutin. Les renang yang harga terjangkau cuma ada di Joga. Itu juga banyak orang yang bilang mahal. Rosululloh SAW disusui Halimah Sa'diyah dan dibawa ke lingkungan yang sangat baik. Ibunya rela berjauhan dengan anaknya demi masa depan anaknya, Saya yakin, suami saya juga ikhlas jauh-jauhan dengan anaknya demi kebaikan anaknya.

3. Saya yakin dunia ini sementara. Saya, anak saya, suami saya nggak akan LDR-an lagi di surga nanti. aamiin Ya Allah. Nggak papa di dunia ini kami LDR-an. Yang penting di surga nanti kami sama-sama. Yakin banget masuk surga? Emang pantes? Gak papa orang ngomong kayak gitu. Yang penting saya sebagai istri melakukan hal terbaik sebisa saya untuk menjaga anak dan suami saya.

4. Saya berharap kalau suami bekerja yang sesuai dengan passionnya, hobinya, hatinya maka dia nggak akan meninggalkan Allah. Dia bahagia. Ketika dia mengingat Allah dia kan takut dengan zina. Insya Allah, suami nggak akan selingkuh, Ini keyakinan saya. Kalau ada yang beda keyakinan ya monggo... Kita berhak berkeyakinan masing-masing, kan?

Bagaimana caranya agar selalu berkomunikasi dengan baik?

1. Saya nggak curhat selain dengan suami saya. Duluuuuu sahabat saya laki-laki semua, haha, Tapi smenjak menikah, nggak ada tuh sahabat laki-laki. Saya nggak curhat selain sama suami saya. Kalau kita menjaga diri, insya Allah, Allah juga menjaga suami.

2. Katakan apa yang ada di hati. saya terbuka banget sama suami. Apa-apa saya ceritain walau kadang kalau dia sibuk saya dikacangi sih. Suami jadi orang pertama yang tahu apapaun. saya kalau marah ya marah aja. Nggak ada sandiwara bla bla bla. Jadi suami tenang

3. Sempatkan video call sama anak. Anak saya sayang banget sama ayahnya. Nggak pernah lupa... Kalau ketemu ibunya langsung jadi kacang. Hahaha. Kacang enak, dong, dimakan. Apa-apa saya video biar kangen anaknya. Kalaupun istrinya sudah nggak lucu, paling nggak nggak mungkin nyakitin anaknya yang lucu.

Dandan nggak sih kalau ketemu suami?

saya nggak tahu ya, kenapa kalau saya dandan suami sellau gak respon. Saya jadi males dandan deh. Tapi saya mau dandan dan diet deh. Biar nggak kalah sama Mbak Mbak SPG di tempat kerjanya. Hahaha.

Biasanya apa yang bikin sensi?

Omongan-omongan orang seperti dibilang cewek matre, cewek nggak butuh suami cuma butuh duit doang. ah banyak lah... gak mau aku jabarin takut melekat di otak. Yang jelas, kami LDR karena ada alasan kuat yang nggak bisa disamakan dengan  orang lain. Nggak ada ya.. kalau gini, kalau aku gitu... Kita beda ya.... Jadi jangan samakan. Ini formula terbaik untuk keluarga kami, jadi kalau sama keluargamu beda ya nggak papa... Dosis kami segini dari Sang Dokter untuk bahagia versi kelurga kami. Jadi, tidak perlu dibanding-bandingkan dan disama ratakan. Salah dosis malah jadi sakit, kan?

Oke, sampai di sini curhat saya,,,,  Semoga bermanfaat. Kalau nggak bermanfaat maafkan saya, ya...

Wassalamu'alaikum Wr. Wb


0 komentar:

Posting Komentar

 

Total Tayangan Laman

Live Traffic Blog

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan

Komunitas Emak2 Blogger

Komunitas Menulis

Google+