6 Fakta Jogja Scrummy : Kue Artis yang Tak Sekadar Label Oleh-oleh Jogja

Wah nggak terasa tanggal 23 Juni 2017 besok Jogja Scrummy sudah satu tahun. Dan saya belum pernah makan. Hahaha. Seperti kebanyakan orang pada umumnya, oleh-oleh Jogja yang baru memang belum begitu saya terima. Jujur anget ya saya. Saya masih memikirkan bakpia, salak, dan makanan khas Jogja lainnya kalau tergeser dengan adanya Jogja Scrummy. apalagi memang banyak artis yang latah dengan bisnis kue kue-an ini. Maksudnya apa sih? Oleh-oleh kok sama semua setiap daerah.

Tapi nggak bagus dong ya kalau suudzon terus. Lebih baik mengenal lebih dekat agar tahu maksudnya. apalagi ini bulan Ramadhan. Semoga makin bersih deh pikiran-pikiran saya ini. Aamiin.

Alhamdulillah ada undangan buka bersama dengan Jogja Scrummy. Selain mau icip-icip, saya juga penasaran, nih, kenapa kok Mas Dude, yang nggak ada Jogja-Jogjanya bikin usaha kue di sini.

Ternyata ada beberapa fakta yang luput dari perhatian saya.



1. Kuenya manis. Sebagai orang Jogja yang suka manis, saya suka banget dengan kue ini. Saya langsung habis tiga potong. Hahaha. Padahal sebelumnya sudah buka puasa dengan nasi, lho. Laper apa doyan? 

2. Jogja Scrummy membawa misi menjadi bagian masyarakat Yogyakarta dengan ikut andil dalam meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar. Jogja Scrummy merekrut masyarakat Desa Nanggulan Kabupaten Kulon Progo. Lebih dari 120 karyawan sebagian besar dari warga Naggulan dan selebihnya dari Sleman dan Wonosari. Jadi, Jogja Scrummy membuka lapangan usaha untuk warga DIY.

3. Jogja Scrummy memiliki 4 outlet (Utara Pasar Pathuk, Jl. Brigjen Katamso, Jl. Kaliurang dan Jl. Adisucipto) dengan merangkul UMKM menengah ke bawah untuk bersama-sama terangkat ekonominya. Jadi, di outletnya, tidak hanya jualan kue dari Jogja Scrummy tetapi juga UMKM dari DIY. Yang laris nggak hanya kuenya dong, tetatpi produk UMKM juga.

Sumber : https://www.instagram.com/jogjascrummy/


4. Produk Jogja Scrummy tak hanya halal tetapi juga thoyyib (baik). Tidak ada pengawet.dan juga bergizi tinggi. Terbukti dalam penyajiaannya menggunakan tepung ketang yang diakui merupakan jenis tepung non gluten sehingga baik dikonsumsi oleh anak-anak, dewasa, maupun orang tua.

5. Wortel yang digunakan juga diambil dari petani sekitar lereng merapi. Jadi benar-benar bekerja sama dengan warga DIY.

6. Dalam satu tahun Jogja Scrummy memiliki 6 varian reguler dan 5 varian Premium.
Scrummy Reguler yaitu : Cheese, Chocolate, Srikaya, Taro (talas), dan Caramel. 
Premium Carrot Cake, yaitu : Frozting Cheese, Caramel, Peanut, Cheese, dan Chocolate.




Nah, buat yang masih penasaran bisa langsung berkunjung ke outletnya... :D

0 komentar:

Posting Komentar

 

Total Tayangan Halaman

Live Traffic Blog

Institut Ibu Professional

Institut Ibu Professional
Klik gambar untuk mengetahui kegiatan yang berhubungan dengan IIP

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan

Komunitas Emak2 Blogger

Komunitas Menulis

Google+