ADAB MENUNTUT ILMU #Inginku Ketika Lulus Nanti

Sebelum baca ini, klik materinya dulu di ADAB MENUNTUT ILMU#1 ya...

Tugas ini kita namakan NICE HOMEWORK dan disingkat menjadi NHW. Saya semangat sekali mengerjakan PR ini karena memanag sudah sejak lama saya ingin menuliskan ini karena takut salah. alhamdulillah sudah ada referensi jadi, saya semakin semangat!

Dalam materi "ADAB MENUNTUT ILMU" kali ini, NHW nya adalah sbb:

1. Tentukan satu jurusan ilmu yang akan anda tekuni di universitas kehidupan ini.

2.Alasan terkuat apa yang anda miliki sehingga ingin menekuni ilmu tersebut.

3. Bagaimana strategi menuntut ilmu yang akan anda rencanakan di bidang tersebut?

4. Berkaitan dengan adab menuntut ilmu,perubahan sikap apa saja yang anda perbaiki dalam proses mencari ilmu tersebut.

Menuntut ilmu adalah salah satu cara meningkatkan kemuliaan hidup kita, maka carilah dengan cara-cara yang mulia

Salam Ibu Profesional,

Oke... Saya agak bingung ya jurusan apa yang akan saya tekuni. Saya ingin cerita dulu, ya. Jadi, saya ingin sekali meninggal seperti kakek saya. Ayah daru bapak saya. Beliau meninggal ketika mendoakan orang yang akan meninggal. Yang meninggal malah kakek saya.

Meninggal dalam keadaan berdoa, inget kepada Allah, lalu terjatuh di pundak tetangga saya.

Enak sekali....

Tentu saja hal ini bukan tanpa alasan. Kakek saya adalah pribadi yang sangat baik. Waktunya dihabiskan menjadi suami, guru dan petani yang baik. saya belum pernah tahu, tuh, beliau ada musuh. Ketika pagi hari, beliau selalu yang adzan. Membangunkan warga kami. Kakek saya tidak pernah menghina orang lain. Pribadinya hangat dan hampir tidak pernah marah.Baginya, jika tidak bisa menyelsaikan masalah, jika tidak bisa membantu lebih baik diam.

Saya kagum sekali dengan beliau.

Saya, ingin lulus seperti beliau. Meninggal dengan enak dan melafalkan kalimat Allah. Bisa khusnul khotimah dan meninggal dalam kondisi tersenyum. 

Saat ini, jurusan terkuat yang ingin saya tekuni adalah menjadi wanita sholihah. Sebenarnya saya gemetaran, nih. Tentu saja saya sangat jauh dari kata sholihah. Sangaaaaat jauh. Tapi saya berusaha agar bisa menjadi wanita sholihah. 

Suami saya bekerja jauh. Kami bertemu mungkin sebulan sekali. Saya mempunyai anak satu. Lumayan berat menjaga amanah ini sendirian. Mempunyai anak perempuan harus baik sampai nanti saya serahkan ke suaminya. Maka dari itu, saya perlu bekal menjadi seorang ibu yang sholihah. Selain menjaga anak saya, saya juga dapat menjaga suami saya.

Yang saya alakukan adalah dengan menghindari sesuatu yang tidak bermanfaat. Saya sibukkan dengan teman-teman yang membuat saya dekat degan Allah, baik dengan keluarga, dan lingkungan. Saya juga mulai menghafal Al-Qur'an dan bahasa Arab agar saya tahu akar dari sebuah ilmu, tidak hanya mentah-mentah menerima. Saya tulisakan langkah-langkah tahun ini di RESOLUSI 2017.

Saya adalah seorang penulis dan pengajar. Berikut buku yang sudah saya terbitkan.



Saya berharap ketika sudah berilmu nanti, karya dan yang saya ajarkan jauh lebih baik dan juga benar-benar sejalan dengan aturan Allah.

Yang saya perbaiki adalah yang paling mendasar. Yaitu niatnya memang harus benar-benar karena Allah. Awalnya karena suami dan anak. Tapi masih susah betul menggapainya. 

CAPEK memang jika kita berharap kepada selain Allah. 


Ketika niatnya karena hanya Allah seorang, alhamdulillah, pintu mulai terbuka pelan-pelan.

Wassalamu'alaikum wr. wb

Swandari Auliya Izzati





0 komentar:

Posting Komentar

 

Total Tayangan Halaman

Live Traffic Blog

Institut Ibu Professional

Institut Ibu Professional
Klik gambar untuk mengetahui kegiatan yang berhubungan dengan IIP

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan

Komunitas Emak2 Blogger

Komunitas Menulis

Google+