Kereta Dorong (stroller) untuk Bayi, Butuh nggak, sih?



Saday sudah 9 bulan. Pengalaman hidupnya sebagai bayi sudah patut untuk diperhitungkan. Hahaha. Termasuk, penting nggak sih kereta dorong untuk bayi?

Setiap orang tua pasti punya kebutuhan masing-masing. Pengalaman saya punya adek, adek yang keempat sampai keenam pakai kereta dorong. DIPINJEMIN. Hahaha. Iya, ada kereta dorong nganggur jadi ya dipake aja.

Kalau Saday punya kereta dorong karena dikado. Hore! Dan ternyata, saya sebagai wanita yang di rumah lumayan terbantu dengan adanya kereta dorong.


Oke, kita akan menjabarkan manfaat kereta dorong selama Saday menjadi bayi selama 9 bulan ini.

1. Bayi akan lebih nyaman tidur di tempat umum.

Terkadang, saya harus menerima undangan ke sebuah acara. Kalau baru pakai mobil, saya bawa kereta dorong. Bayi masih sering tidur. Kalau habis disusuin kasihan juga digendong. Ibunya pegel, anaknga juga pegel. Taruhlah si Saday di kereta dorong. Lebih awet bobonya. Ibunya juga bisa melanjutkan acara dengan nyaman.

2. Praktis taruh barang bayi dan tas ibunya.

Kereta dorong biasanya dilengkapi dengan kantong. Tas ibu dan perlengkapan bayi bisa ditaruh di kantong. Bisa untuk mainan juga. Jadi mainannya aman tinggal dicantolin.  Jadi lebih bebas, deh. Pernah, sih, suatu hari bawa tempat tante-tantenya juga.

3. Ayah, kakek nenek, dan saudara bisa ikut menjaga.

Bapak baru, kadang gendongnya aneh. Wkwkwkwkkw. Atau nggak sabar buat gendong lama-lama. Sekarang sih ayahnya sudah jago, ya. Kakek neneknya juga bisa ikut menjaga ketika ibunya mengerjakan hal lain tanpa takut salah gendong atau capek menggendong.

Lalu, bagaimana cara memilih kereta dorong? Saya, sih cuma menerima jadi nggak bisa milih. Hahaha. Tapi saya bahagia saja walaupun menerima. Maklum emak suka gratisan. 

1. Pilih yang sesuai dengan usia anak

Bisa memilih yang terpisah atau gabung, ya. Semua tergantung selera orang tua. Model kereta dorong banyak sekali. Sesuaikan dengan usia agar bayi nyaman jadi tidak rewel jika ditaruh kereta dorong.

2. Pilih warna dan model yang menarik orang tua dan anak.

Untuk orang tua yang sibuk, kereta dorong dipakai hampir setiap hari. Agar senang merawatnya, tentu harus senang dengan barangnya. Jadi, kereta dorongnya awet. Kereta dorong memang multi fungsi. Kadnag untuk jalan-jalan, bisa untuk makan, atau bermain. Tidak jarang ada muntahan bayi atau makanan yang terciprat. Jika tidak segera dibersihkan akan keluar jamur. Maka dari itu, perlu perawatan agar awet.

3. Tidak selalu mahal

Nah, bagi yang ingin beli kereta dorong, ada kereta dorong yang murah cuma 300ribuan. Kereta dorong pliko ini, bisa dipakai dari lahir. Kalau kita mau menabung, sepuluh ribu per hari selama kurang lebih sebulan juga sudah dapat. Jika memang membutuhkan tidak salahnya kita membeli kereta dorong.

1 komentar:

  1. Nah itu aku bingung. Dulu waktu anak2 kecil, aku bawa stroller kalau berdua dg bapake atau pembantu. Ribetnya ntar pas nglipat2 atau kalau naik turun eskalator. Apalagi di Indonesia ini nggak ramah stroller. Waktu ke singapore bawa stroller itu santai karena trotoarnya aman & kereta api sejajar peron, nggak bakal nyangkut

    BalasHapus

 

Total Tayangan Laman

Live Traffic Blog

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan

Komunitas Emak2 Blogger

Komunitas Menulis

Google+