Cara Merencanakan Liburan Keluarga atau Sendirian yang Menyenangkan



Saya suka iri kalau melihat foto-foto suami saya. Aih, enak banget kerja sambil liburan gitu. Terkadang, ada keinginan saya untuk ikut suami saya bekerja. Sambil beliau bekerja, saya liburan. Tapi sampai sekarang belum tercapai karena memang belum merencakan budget khusus untuk liburan bersama suami di luar kota. Suami,kan ditanggung sama tempat beliau bekerja? Lha,saya dan anak?


Harapkan yang Terbaik, Siapkanlah yang Terburuk (Donna Imelda)


Maka dari itu, perlu ada perencanaan liburan. Karena saya dan suami memang suka gratisan (haha) jadi belum pengalaman untuk merencanakan liburan yang memakai 'kocek' sendiri. Selama ini masih ditanggung oleh pihak sponsor.

 Alhamdulillah tanggal 25 Septemper 2016 kemarin, saya mendapatkan pencerahan bagaimana cara merencanakan liburan ala Donna Imelda dan Atanasia Rian.Oke, kita akan simulasi, ya :)


1. Tempat Tujuan 
Saya ingin sekali berlibur di Waduk Jatiluhur Purwakarta. Saya pernah tinggal di sana setahun saya jatuh cinta dengan tempatnya. Di sana saya ingin silaturahin dengan orang-orang yang pernah jadi tetangga saya. Saya ingin jalan-jalan di Waduk Jatiluhur dan bermain dengan kambing. Anak saya suka sekali dengan hewan. Sebenarnya di Jogja juga banyak kambing, sih. Tapi kalau niatnya liburan, pegang kambing aja perasaannya sudah beda.

2. Gaya Liburan
Nggak gaya koper traveller, sih. Tapi juga nggak seekstrim backpaker. Jadi, tengah-tengah. Saya ingin menyewa kontrakan yang dulu saya pernah ngontrak. Kalau hotel saya belum pernah survey. Saya juga ingin reuni, sih. Jadi kontrakan saja. Kontrakan sebulan Rp 500.000,00. Saya rencana ingin liburan seminggu. Kasur dan kendaraan bisa menyewa. Kalau makanan sehari-hari saya sudah hafal pedagangnya. Moga-moga tidak berubah. Nanti saya telpon orang yang di sana, deh.

3. Family Trip atau Solo Traveling
Jelas Family Trip, sih. Jadi selama suami bekerja, saya dan anak saya liburan. Hahaha. Istri macam apa, saya. Namanya juga liburan, ya, kan? Di Purwakarta ada air mancur menari, naik delman kalau hari minggu, dan tempat asik lainnya. Di sekitar Waduk Jatiluhur juga banyak tempat-tempat menarik!

4. Jadwal Liburan
Disesuaikan suami bertugas lagi kapan. Untuk kenyaman bersama, transportasi yang digunakan adalah kereta api. Naik eksekutif sampai Bandung, lalu ekonomi sampai Purwakarta. Trus, angkot, deh kayaknya. 

5. Budgeting 
Nah, ini yang sangat penting untuk ibu-ibu macam saya. Kalau kata Mbak Donna Imelda, liburan murah itu ada, tapi tetap berbiaya.


  • Gunakan Dana Khusus untuk Liburan
Nah, untuk keluarga seperti saya, agak pusing juga ya kalau keuangannya tidak dicatat. Nah, saya terbantu dengan bright advisor dari Sunlife. Berapa tabungan saya tiap bulan? 

Pertama kita masuk ke www.brightadvisor.co.id. Scroll paling bawah, log in. Kita bisa menggunakan facebook agar lebih cepat.

Kedua, cari di paling kanan agak bawah bright kalkulator isinya.

Ketiga, isi sesuai dengan kondisi kita sekarang. Enaknya, sih dilebihin ya agar ada uang jaga-jaga.

Keempat, akan ada uang yang tersisa. Itu bisa jadi uang darurat atau uang liburan. Agar aman, bisa kita bagi dua. Kapan kita bisa liburan? Kita bisa menabung dari uang liburan tersebut.



Kalau yang bulat-bulat di bawah itu fungsinya apa, ya? Itu kolom konsultasi dan pengetahuan mengenai asuransi. Saya tertarik dengan proteksi hal asuransi perjalanan. Nah, saya tinggal klik proteksi dan memilih asuransi perjalanan. Ternyata asuransi perjalan dapat mengantisipasi bagasi yang hilang, penundaan pesawat, hingga resiko biaya rumah sakit.



  • Siapkan dan atau Sesuaikan dengan Kebutuhan Maksimum
Dana apa saja yang perlu disiapkan? Transportasi, penginapan, makanan, rekreasi, belanja, biaya tak terduga, biaya lain-lain (passport, visa, asuransi perjalanan, tranportasi lokal, komunikasi)

Bisa kita buat tabel seperti ini, ya.


  • Jangan Menggunakan Kartu Kredit!
Pay First Play Later (Donna Imelda)
 Sebisa mungkin setelah liburan kita benar-benar 'happy'. Namanya juga piknik, kalau bisa menghilangkan beban, ya. Bukan malah menambah beban. Gunakan uang yang benar-benar kita rencanakan untuk liburan, ya.


  • Beri Nilai Tambah untuk Liburanmu
Liburan tak akan hilang begitu saja, ya. Pasti ada kenangan-kenangan yang indah. Nah, agar liburan tidak mubadzir alangkah baiknya jika kita memberi nilai tambah dalam perjalanan kita. Setiap orang pasti punya tujuan masing-masing, ya. Misal kalau saya ingin silaturahim dengan tetangga masa lalu, mengenalkan anak lingkungan baru, belajar bahasa Sunda, dll. 
  • Jadikan Perjalanan untuk Menghasilkan Uang
Sebelum berangkat kita bisa browsing dulu, ada lomba atau kuis tidak? Kita juga bisa melihat ada promo di restoran setempat atau tidak. Jadikan foto kita berkonsep sehingga bisa dijadikan untuk lomba. Kan lumayan kalau gratis sate maranggi. Hehe.

Kok dari tadi ngomongin liburan keluarga? Bagaimana dengan yang jomblo, blo, blo... Tenang saja, saya juga akan meembahas Solo Travelling. Solo travelling tidak hanya sendiri, ya tapi juga bisa rombongan bersama teman. Makanya, kata Atanasia Rian, kita harus pintar switch mood dan selalu jaga emosi agar pulang dari liburan bukannya tambah musuh justru makin banyak teman.  
Tentu saja berbeda dengan keluarga. Walaupun tidak seribet keluarga, tentu saja solo travelling juga butuh perencanaan. Salah satu yang menarik dari Atanasia Rian adalah Tips Irit Budget

1. Issued Tiket sedini mungkin. Kalau family terkadang ada UAS sekolah yang bisa jadi maju mundur cantik jadwalnya. Nah, kalau solo travelling bisa lebih bebas merencanakannya.

2. Niatkan menabung setiap hari untuk liburan! 

3. Sambil menunggu waktu keberangkatan, lakukan pemabayaran 3/2 bulan sebelum keberangkatan.

4. Bila memungkinkan pilih opsi bayar di tempat agar uang bisa lebih cepat kembali jika ada suatu hal kita harus membatalkan liburan.

5. Browsing tiket murah jauh-jauh hari.

6. Siapkan jadwal per hari, anggaran per hari. Cari info sebanyak-banyaknya mengenai lokasi yang akan kita tuju agar di sana kita irit waktu.

7. Cek dan ricek bawaan sehari sebelum berangkat, ya. Kan nggak lucu kalau sudah mau berangkat ada yang hilang atau kurang.

6. Jika memungkinakan, ikut asuransi perjalanan.

Asuransi perjalanan ada yang sudah tahu tapi juga masih asing. Mengapa butuh asuransi?

Hidup berjalan baik-baik saja, tanpa aral melintang, tanpa cobaan, memang menjadi dambaan setiap orang. Namun, siapa pun tak bisa mneolak kuasa Tuhan jika sewaktu-waktu diberi cobaan. (Selami Asuransi Demi Proteksi Diri oleh Joice TAuris Santi dan Nurul Qomariah)


Lalu mengapa kita perlu asuransi? Apakah kita berharap akan ada musibah? Tentu saja tidak. Jika tidak ada musibah seharusnya kita bersyukur, dong. Asuransi berguna untuk mentransfer resiko. Kita menjadi lebih aman dan tenang jika ada suatu kejadian yang menimpa kita. Untuk lebih lanjut, kita bisa berkonsultasi dengan agen asuransi terdekat, ya. Sun life sudah berpengalaman. Jadi, bisa menjadi salah satu alternatif untuk berkonsultasi. Tak perlu takut akan dikejar-kejar. Mereka melayani dengan hati kok. :)

Tips memilih asuransi :

1. Kenali Agennya
Kita harus memilih agen yang profesional, ya. Kalau bisa sudah lama jam terbangnya dan dididik secara profesional menjadi agen. Agen yang profesianal akan menjelaskan kepada kita lebih rinci mengenai produknya mulai dari kelebihan dan kekurangannya, sehingga kita tidak kecewa di kemudian hari. 

2.  Jangan Terlalu Lama Memutuskan.
Terlalu berpikir akan membuat kita lupa dan tidak jadi. Padahal, asuransi sebenarnya 'hanya' membuat kita aman, kok. 

3. Ikut Menghitung agar Lebih Paham.
"Jangan terlalu percaya dengan Agen!"
Maksudnya, kita ikut menghitung agar kita tahu dan paham betul hak dan kewajiban kita. Lagi-lagi, yang disalahkan adalah pihak asuransi jika ada perbedaan pendapat. Padahal, kita sendiri biasanya yang malas menghitung.

3. Mengisi Aplikasi dengan Teliti
Kita terbiasa asal tanda tangan. Sempatkanlah untuk membaca detail semua informasi yang ada pada form asusransi. Apa saja yang bisa di klaim, di mana saja rumah sakit yang bisa di klaim, dan lain sebagainya. 

4. Memahami Produk yang Dibeli
Kita harus paham betul produk apa yang dibeli, jadi kita tahu apa yang menjadi hak dan kewajiban kita. Ketika terjadi sesuatu, kita akan langsung tahu bagaimana dan di mana kita harus mengurus.

5. Memberi Tahu Keluarga
Jangan lupa memberi tahu keluaraga. Biasanya asuransi akan ditanyakan (apabila sakit) di depan. Jika keluarga tahu, maka proses klaim akan lebih mudah. 

  • Nikmati Liburan dengan Bahagia
Nah, jika semua urusan sudah beres, tinggal kita menikmati liburan dengan bahagia tanpa beban pikiran. Saya sudah siap liburan! Bagaimana dengan kamu?









3 komentar:

  1. Solo traveling itu asyik, nggak ada yang ganggu tapi pas malem tidur di hotel kangen ama krucil mak Liya.. Yuk piknik bareng.

    BalasHapus

 

Total Tayangan Laman

Live Traffic Blog

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan

Komunitas Emak2 Blogger

Komunitas Menulis

Google+