Cara Menghentikan anak dari Kecanduan Youtube (1) dengan Musik



Siapa, sih yang nggak suka youtube? Kalau nggak ada batas kuota data, pasti kita seneng, deh, lihat youtube. Apalagi, adik saya, Haqqya. Dia senang sekali mencari apapun dengan youtube. Saya senang sih karena dia makin kreatif! Tapi, apapun yang baik, kalau berlebihan jadi tidak baik. Haqqya, jadi senang menyendiri dan asik dengan youtube. Iya, sih, setelah itu dia praktek bikin slime. Tapi sepertinya sudah berlebihan. Haqqya jadi diare berkali-kali karena ingin selalu bereksperiman. Padahal, dia kerap berhasil, lho! Tapi, diarenya itu, lho yang kasihan. Matanya juga kasihan terlalu sering melihat layar tab.

Mengejutkannya lagi, anak saya si Saday, ponakan Haqqya yang baru 9 bulan mulai ikut tertarik dengan youtube. Aduh, nak. Gimana dong matamu nanti?

Haqqya ditawari berbagai mainan tapi tidak mau. Mainan memang sangat banyak di rumah saya. Maklum lah ya, anak terakhir dari 6 bersaudara. Jadi warisannya banyak!

Saya ingat waktu kecil kalau stress main musik. Saya tawari dia untuk main musik.

Karena mendadak, saya mengajari dia sebaris demi sebaris. Jangan pikir kita pakai buku khusus ya. Hahaha. Tidak sama sekali. Saya pakai booklet produk kecantikan, lalu saya tulis notnya. Lebih baik kalau ada buku yang benar, ya. Karena buru-buru ya beginilah. saya khawatir kalau saya mencari buku, mood dia akan hilang. Nah, kalau cari di smarthphone, yang ada Haqqya nggak jadi lepas dari youtube-nya.



1. Penjarian
Kata guru les saya dulu, penjarian ini sangat penting. Jadi sebelum menghafal not, penjarian dulu. Sekalian pemanasan ya... Karena saya belum memvideo, saya ambil di youtube. Silakan dilihat dulu. Yang lihat pendampingnya, ya. Oh iya, penjarian ini penting agar tangan kita tidak pegal. Jadi tangan kita lebih leluasa untuk menari di tuts. 


2. Menghafal not

Sebenarnya ketukan dulu, sih. Tapi Haqqya sudah nggak sabar, sih. Jadi langsung ke not. Saya menulis setiap hari satu baris sampai hari keempat. Hari kelima sudah hafal semua. Oh iya, waktu bermain musik ini hanya 15 menit. Tapi berhasil bikin dia lumayan capek. Wkwkwkwk. Lumayan juga untuk mengurangi jadwal ngeyutubnya.

Oh iya, trus bayi saya gimana? Ya ganggu, lah...



Awalnya, sih saya bingung, ya. Haqqya juga sempet ngambek karena diganggu. Lalu, saya.berikan Saday alat musik juga. Seruling! Serulingnya udah nggak.full sih, copot satu bagian. Tapi menyenangkan, lho, untuk bayi. Dia sampai gulung-gulung maininnya.

Kalau bosen, bisa dikasih toples sisa lebaran kemarin. Bayi suka.banget pukul-pukul.


3. Beri jeda

Haqqya sangat senang sampai pengen latihan setiap pulang sekolah. Bahkan, ketika bayi ganggu, dia ambil pianika untuk terus menghafal nadanya.



Nah, ternyata Haqqya menyadari bahwa di tablet bapaknya ada piano portabelnya. Hedeeeeh, dia main di tab lagi, deh. Saday ikut-ikutan lagi, deh. Saya pusing dan mulai mencoret-coret barang di dekat saya. Eh ada yang tertarik. Ternyata mereka mulai pengen menggambar. Cerita menggambar tunggu postingan berikutnya :)

Jadi, kalau bisa beri jeda, misal dua hari sekali. Yang paling penting, jauhkan segala smartphonenya, ya... Termasuk smartphone pendampingnya :)

Bagaimana ceritamu untuk mengehentikan anak yang kecanduan youtube? Bagi cerita di kolom komntar, ya? Mungkin saja cocok untuk Haqqya dan Saday juga :)

0 komentar:

Posting Komentar

 

Total Tayangan Laman

Live Traffic Blog

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan

Komunitas Emak2 Blogger

Komunitas Menulis

Google+