Cara Unik Kenalkan 4 Pilar

Selamat Malam

Apa kabar Bunda semuanya?Alhamdulillah malam ini habis diskusi dengan Ketua MPR dan Sekjend MPR. Saya tidak akan me-review atau mengetik kembali kegiatannya karena banyak banget blogger yang bakal menulis itu semua.




Inti dari acara ini bertujuan untuk memperkenalkan 4 pilar negara kepada masyarakat melalui postingan dari netizen Jogja. Tadi sempat. lho, #4pilaruntuknetizen menjadi 2nd trending topic Indonesia di twitter. Kereen, ya... Padahal yang datang kurang lebih 'cuma' 150 orang. Nggak semua ngetwit juga, loh. Yang mengejutkan, nggak jadi 2nd trending topic lagi karena netizen sibuk selfie dengan Pak Ketua MPR.

em em em....

Menuurut bunda, acara tadi bene-bener ngefek nggak, sih ke netizen? Masyarakat jadi paham nggak, sih tentang 4 pilar? Kalau yang ikut acara ini, sih, insya Allah paham. Tapi bagaiman yang di luar? Yang dikomerin apakah tentang 4 pilar atau justru mengatakan,"Wow, kamu hebat bisa foto dengan Pak MPR."

Menurut saya, acara ini cukup inovatif ya. Keren banget ya, MPR mau ngobrol sama rakyat jelata kayak saya. Hehehehe. Nah, tadi ada beberapa hal yang dijelaskan oleh Pak MPR dan PAk Sekjend. Nah, di sini saya mau menambahkan ususlan yang bisa melengkapai atau mengganti program dari MPR.

Outbound untuk menjadi duta seberapa efektif, sih?

Dijelaskan oleh Pak Sekjend bahwa ada usaha dari MPR untuk meng-outbound beberapa remaja menjadi duta memperkenalkan 4 pilar. Seberapa efektif, sih? Saya tergelitik dengan Pak Ridwan Kamil yang memosting "Jauhi Narkoba, Dekati Kinal dan Melody."

Ternyata efeknya luaaar biasa....

Meme-meme seperti ini memang sangat merasuk ke dalam sanubari netizen ababil macam saya. Hahaha. Nah, bagaimana jika outbound diganti dengan kontes meme lucu yang diposting di twitter atau instgram PAk Ketua MPR atau MPR sendiri. Saya yakin, MPR tidak akan direndahkan tetapi justru semakin dekat dengan masyarakat. Menghafal 4 pilar negara bukan memusingkan lagi tetapi juga menyenangkan.

Jadi, Pertama Bikin Meme mengenai 4 pilar

Kedua,lomba karya tulis diganti lomba jingle 4 Pilar yang gaul dibawakan artis
Indonesia masyarakatnya super duper kreatif. Jangankan jingle serius. Wong percakapan di sinetron aja bisa dibikin lagu. Apalagi dengan koreografi yang menyenangkan. Pasti lebih menarik!

Masih jaman nggak sih ngehafal UUD 45 lewat buku? Nggak jaman kali, ya kalau jaman sekarang. Jadi, yang ketiga, gimana kalau pengadaan buku UUD 45 dan amandemennya dikemas dalam bentuk game. Wah, asik tuh. Misal, untuk anak SD gamenya menjodohkan antara lambang Pancasila dengan sila ke berapa. Pasal-pasal dalam UUD dibuat game seperti peperangan. Jadi misi peperangan adalah menemukan semua pasal dalam UUD 45 dan amandemennya. Atau dibikin tembak-tembakan.

Tergelitik juga kampanye ke desa-desa. Kalau saya, ya, sebagai ibu-ibu paling seneng tuh dapet diskon. Nah, untuk menyemarakkan 4 pilar ini, keempat, bagaimana jika ketika pembelian sembako gratis harus hapal Pancasila. Disediakan pula permainan ala pasar malam dengan backround 4 pilar. Ibu-ibu itu udah pusing.  Pusing sembako naik, ketakutan anak jadi korban LGBT, frustrasi idola kena LGBT, dan hal-hal yang bikin stress lainnya. Apalagi jika harus mengahafal 4 pilar. Haduuuuh pusing deh. Nah, dengan kegiatan yang menyenangkan akan menjadikan ibu-ibu semangat dan mengajarkan ke anak-anaknya.

Nah,begitulah ide gila saya. Saya mengerti bahwa kami, termasuk saya tentunya, sedang mengalami krisis perilaku. Banyak anak yang tidak hormat kepada guru, sikap toleransi kurang, dan perilaku lainnya yang tidak 'Pancasila". Nah, dengan yang menyenagkan semoga kita semakin 'Pancasila' lagi seperti dulu.

Sesi terakhir, oleh Pak Soenmandjaja tentang Radikalisme. Awalnya, saya berpikir akan membicarakan yang menakutkan. Pak Soemandjaja menyampaikan radikalisme begitu apik. Menjelaskan perbedaan dengan berbagai personifikasi sehingga pikiran kita menjadi bermetafora. Hahaha. Contoh ketika menjelaskan bahwa perbedaan itu yaitu dengan menanyakan kepada peserta apa yang paling penting pada mobil. Peserta ada yang menjawab ban, bensin, dan lain-lain. Mobil terdiri dari komponen yang berbeda-beda sehingga menjadi kesatuan yang utuh. Begitu pula Indonesia.

Perbedaan adalah anugerah. Karena perbedaan itulah Indonesia makin kaya dan makin indah saling melengkapi sebagai kesatuan.

Usulan kelima, dengan mengajak idola muda untuk menyaksikan konser JKT48 tapi lagunya lagu kebangsaan semua. Tadi, waktu Pak Soenmandjaja meminta kami menyanyi, semua seneng, lho. Apalagi kalau yang ngajak Nabilah JKT48. Bisa trending topik worldwide itu :D Sosialisasi lancar jaya.

Kangeeeen....

Saat saya jadi murid, guruku adalah yang kuhormati. Sekolah adalah tempat yang nyaman karena orang tua di rumah percaya aku dititipkan di sana, Aku tak takut ada yang melechkanku. Orang tuaku tak ikut campur marah-marah ke guru kalau aku dimarahi guru karena nakal. Aku kangen, saat di sekolah aku bebas bermain tanpa takut kamu agama apa agama apa. Tak ada yang mengajarkan dia agama beda sehingga aku bersikap seperi ini. Yang ada hanya ingin belajar dengan cara yang bahagia....

Senang bekerja bakti tiap Jum'at di sekolah...
Senang bekerja bakti tiap minggu di rumah..
Senang ketika mengucapkan selamat pagi kepada guru tiap bertemu...
Senang ketika menjadi petugas upacara..
Senang saat tidak sengaja hapal UUD 45 karena tiap Senin dengar...
Senang menyanyikan lagu kengsaan tiap upacara karena upacara mau selesai...
Senanag diajarkan etika yang baik di depan orang tua...
Senang....
Dan saya berharap kesenangan saya bisa dirasakan anak saya nanti :)

Kata-kata dari permen ini cocok banget sama MPR RI. Tetap Cemunguuud ketika Move On dan lupa selalu Have On, ya.....

Diambil di Heritage Hotel EastParc :)


0 komentar:

Posting Komentar

 

Total Tayangan Laman

Live Traffic Blog

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan

Komunitas Emak2 Blogger

Komunitas Menulis

Google+