S2 atau menikah? Bekerja atau Program Hamil?

Sejak iklan sebuah kosmetik jadi sekarang banyak yang baper abis. Hihihi. Padahal pilihan semacam itu sering kita temui ya.... Beruntunglah yang bisa dua-duanya tanpa harus memilih. saya alhamdulillah dapat kesempatan istimewa memilih dua pilihan itu, lho. Galau? Lumayan.... Setelah memilih, apakah saya menyesal? Tentu saja tidak. Lalu gimana caranya memilih?

Saya sih sebenarnya nggak pakai skala prioritas tapi pake perasaan aja, sih. Hahahaha. Tapi juga pakai akal agar tidak menyesal setelah mengambil keputusan.

* S2 atau menikah?

Saya dilamar H-1 wisuda. Sebelum dilamar tentu saja kami sudah mengobrol bagaimana rencana ke depannya. Karena saya sudah siap dilamar tentu saja saya siap menikah. Mengapa saya memilih menikah daripada S2?

1. Saat itu suami sudah diterima bekerja di Purwakarta. Saya, ingin sekali menemani beliau.
2. Saya ingin punya pengalaman bekerja lebih dahulu di bidang saya baru lanjut S2.
3. Saya tidak terlalu terburu-buru S2 karena saya tidak ingin jadi dosen. Saya ingin jadi penulis dan punya lembaga pendidikan.
4. Saya masih belum takin dengan jurusan S2 yang saya pilih.

Mengapa tidak memilih keduanya?
Jika saya memilih keduanya, menikah dan S2 bisa jadi berantakan. Karena. S2 yang pilih beda kota dengan suami. Padahal, sebagai istri saya ingin sekali mendampingi beliau.

Saya akhirnya bekerja dan juga menikah. Ahamdulillah saya tidak menyesal mengambil keputusan itu. Allah menggariskan saya bekerja sebagia marketing perusahaan fashion anak. Awalnya, saya bingung mengapa Allah menmpatkan saya bekerja di sini. Mertua saya bekerja jual baju muslim. alhamdulillah, dengan begini saya nyambung dengan mertua saya. Alhamdulillah....

*Bekerja atau program hamil?
Sebenanrnya saya ada pilihannya sampai 3.
1. Bekerja dekat dengan suami
2. Bekerja LDR
3. Program hamil LDR

Kenapa nggak ada program hamil dekat dengan suami? Itu pernah saya lakukan, tetapi saya keguguran. Hihihi. Apalagi suami harus pindah-pindah antar kota. Akhirnya, saya memilih program hamil sambil LDR-an...

Saya tidak memakai ramuan khusus untuk program. Saya hanya memakai program suami pulang ketika masa subur. Saya juga meminta maaf kepada semua orang yang sengaja atau tidak engaja pernah saya sakiti. Dan yang paling penting, saya memperbaiki hubungan dengan Allah agar saya segera momongan. Oh iya, saya juga banyak istirahat karena selama ini saya sudah terlalu memforsir tubuh saya sehingga saya kecapekan. Bagaimana saya bisa memenuhi hak anak saya  jika saya tidak tidak memenuhi hak badan saya? Alahmdulillah tidka lama setelah memutuskan itu, saya hamil.

Tentu saja ini tidak berlaku semua orang, ya. Yang dikomunikasikan dengan yang berkepentingan. Karena dua pilihan ini berhubungan dengan suami saya, maka saya berkomunikasi dengan suami saya. Jadi apapaun konsekuensinya, kita hadapi bersama-sama. Ini cerita pilihanku, bagaimana dengan ppilihanmu? :D

1 komentar:

 

Total Tayangan Laman

Live Traffic Blog

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan

Komunitas Emak2 Blogger

Komunitas Menulis

Google+