Menikmati Baby Blues sebelum Melahirkan

Hahahaha. Loh, kok ketawa? Iya, saya mengelami babyblues sebelum melahirkan. Sebenarnya bukan baby blues tapi ketakutan melahirkan kali, ya. Tapi karena gejalanya sama seperti babyblues biar gampang kita sebut babyblues sebelum melahirkan saja, ya....

Sudah dua hari ini saya mengalami baby blues. Saya sensitif sekali dengan perasaan saya sendiri. Perasaan saya kacau balau. Saya gampang sekali marah hingga saya muntah-muntah dan mual-mual seperti trisemester pertama. Lalu, bagaimana saya mengatasinya?

1. Menikmatinya

Ya, saya harus menikmati babybluse ini sebagai proses kehamilan anak saya. Saya meminta maaf kepada anak saya kalau saya terlalu sensitif. Saya mengajak mengobrol janin saya, mengatakan bahwa anak saya hebat sudah menemani sejauh ini. Saya tadi pagi mengatakan kepadanya sambil terisak-isak. saya juga tidak tahu mengapa saya mendadak secengeng ini. saya bersyukur anak saya hebat berjuang dengan saya sampai sejauh ini. Ini sungguh luar biasa. Saya memeluknya dan mengatakan bahwa kita akan sama-sama sampai lahir dan menemaninya samapai dia dewasa.

Ya, menikmati segala proses walaupun sambil terisak-isak nggak jelas. Ini proses. Pasti ada hikmah dibalik semua ini.

2. Mendekatkan kepada Allah

Jika ada yang mengganjal dan kira-kira menyakitkan hati saya, saya langsung istighfar atau mengucapkan alhamdulillah. Marah kepada orang tidak akan menyelesaikan masalah karena belum tentu orang tersebut berniat menyakiti kita.

3. Menghubungi Suami

Karena saya LDR, saya WA suami menceritakan keadaan hati saya. entah ditanggapi atau tidak, saya merasa lega jika sudah bercerita kepada suami. saya juga mengirim foto kesedihan saya. Lebay ya... saya juga memintanya untuk mengirim fotonya. Emosi saya membaik ketika suami mengirimkan senyumnya.

4. Bersyukur

Saya mengingat-ingat betapa tidak semua wanita mengalami hal seperti saya. Saya saja harus menunggu 2.5 tahun untuk mengalami hal ini. Maka nikmat manakah yang kau dustakan? Ini adalah nikmat pertama saya. saya mual, saya sensitif, saya mudah marah. Ketika saya merasakan ini sebuah nikmat, ternyata saya justru senyum-senyum sendiri mengingat-ingat tingkah saya dua harian ini.

Nah, itu tips dari saya mengalami babyblues prakelahiran. Hehehe. Apakah kamu juga mengalaminya seperti aku? Yuk, share di kolom komentar, ya



0 komentar:

Posting Komentar

 

Total Tayangan Laman

Live Traffic Blog

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan

Komunitas Emak2 Blogger

Komunitas Menulis

Google+