Bisikan Allah

Aku baru 20 bulan menikah
Dengan suami sudah menjalani berbagai macam skenario

Skenario 1, kami sama-sama bekerja
Skenario 2, kami memutuskan hidup bersama. Aku hamil, lalu keguguran
Skenario 3, beliau bekerja, aku bekerja di rumah. Kami tinggal bersama. Kami bahagia. Allah punya rencana lain. Suamiku dipindah di Jakarta. Aku nggak memungkinkan ikut. Aku tinggal di Jogja.
Skenario 4, beliau bekerja di Jakarta. Kita LDR. Aku tetap bekerja di rumah Jogja. Aku baru sadar. Ibukku semakin tua. Ah, Aku baru tahu....
Allah pengen ngasih tahu aku
Aku diminta Allah untuk bantu ibuku
Menjaga adek-adekku, dan mendampinginya

"Mbak Liya, ajarin aku nggambar, dong!"
Dulu waktu aku kecil, aku suka berkata dengan ibuku. Ibuku masih telaten mengajariku dan adek-adekku. Jaman dulu jalan belum ramai. Aku masih bisa naik sepeda kemana-mana. Aku bisa ngapa-ngapain sendiri. Sedangkan sekarang, jalan sudah ramai. Ibuk masih bisa antar jemput dua adekku. Ah, ibuk memeang nggak pernah mengeluh. Tapi beliau sudah makin tua. Pasti lelah.... Belum lagi kegiatan di rumah makin banyak. TPA, les, dan drumband. 



Sepertinya Alah memang pengen aku di sini, deh! Menikah bukan melulu tentang mengahsilkan keturunan, kok. Suami juga tenang kalau sementar aku ditipkan ke ibuku dulu. Allah bisik-bisisk sama aku, nih! Kamu jangan hamil dulu, ya. Didik dulu adek-adekmu. Suamimu juga biar belajar cari uang. Toh, kalian masih muda. 

0 komentar:

Posting Komentar

 

Total Tayangan Laman

Live Traffic Blog

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan

Komunitas Emak2 Blogger

Komunitas Menulis

Google+