Workshop Menulis bersama Dewi Lestari #1

Aahamdulillahirobbil'alamin. Ini lomba keempat fiksi saya yang lolos. Masih ingat sekali nulis fiksi yang pertama puisi, lalu cerpen Jawa, selanjutnya lomba gurita yang juga menang, dan yang terkahir ini. saya selalu menulis fiksi sesuai dengan kehidupan sehari-hari. Berarti buka fiksi, ya? Hehehe. saya memang suka mengkhayal, tapi mengkhayalnya realistis, makanya suka ragu apakah kemampuan menulis fiksi saya bagus atau tidak. Sejak bertemu mbak Dwi Lestari yang selanjutnya kita panggil Dee, Ahay! ssperti si ganteng fiksi ini boleh di PDKT-in.

siap semua?

Let's go!

Menurut saya, Dee merupakan sosok yang perfeksionis dan kalau membantu orang tidak mau stengah-setangah. saya belum pernah melihat pengisi materi sampai mengecek apakah pupen peserta hidup atau tidak. Luar biasa, bukan? Belum mengisi materi saja saya sudah dibuat kagum.



Awal mengisi materi, Dee manyakan kepada kami (18 peserta), mengapa kami suka menulis, dan hambatan mengapa tidak jadi penulis. Jawabannya tentu beragam, donk! dan taraa.... Dee sudah menyiapkan jawabannya di semua pemaparannya...

Mengapa kita ingin menulis?
Tentu beragam sekali jawabnnya. Kalau Dee, dia tidak mau termakan oleh waktu. Dee tidak mau dilupakan oleh sejarah. Dengan menulis, kenangan-kenangan tak akan hangus.

Bagaiamana denganmu?

Dee pun berlanjut ke pertanyaan berikutnya. menurutmu, tulisan yang bagaimana yang bagus? Kami pun menjawab satu per satu dan dijelakannya satu per satu pula.

Satu,
Kata-kata yang tepat

Dua,
Karakter atau tokoh yang hidup. Jika tokoh tersebut mirip dengan seseorang, kita bisa kenalan, bahkan bisa kepo, hingga stalking tokoh tersebut. Kenali karakternya sedetail-detailnya.

Tiga,
Setting/tempat yang meyakinkan. Setting tidak akan lepas dari sebuah adegan. Menurut dee, adegan adalah sataun terkecil dalam cerita. Jika kita sudah menentukan setting, dan adegan-adegan apa yang seharusnya ada disana, jika digabungkan akan menjadi sebuah kesatuan cerita yang apik.

Empat,
Penggunaan diksi/ kata-kata yang indah.
Menurut Dee, novel yang bagus dirinya harus hilang,

Lima,
Wawasan atau imajinasi

Enam,
Konflik. Konflik erat kaitannya dengan tempo cerita. tempo cerita membuat kita tidak akan bosan dengan cerita yang dibuat. Buatlah adegan yang detail sehingga stiap konflik akan runcing dan tajam, sehingga tempo yang terjadi semakin ciamik.

Bicara tentang konflik, buatlah adegan yang beraroma konflik,
contoh:
"Ibu, dari mana?" tanya Andi
"anak kecil, tak perlu tahu Kau!"

Tujuh,
Pesan.
Dalam tulisan fiksi, pesan akan kita temukan saat kita membaca. Jika kita memulai dari pesan, bukan fiksi, tapi non fiksi.
Misal, cerita tentang pendidikan. Kita sudah tahu arahnya yaitu bertujuan menjadikan anak yang jujur. Kita membuat outline, dan jadilan cerita yang mempunyai nila kejujuran. tulisan fiksi bukan seperti itu.

Tulisan fiksi adalah, membuat cerita sehidup mungkin, dan mengalir. Maka, pesan akan diterima bermacam-maca. Misal, Madre. Dee membuat cerita itu agar mengetahui jatidir sesorang. tetapi mungkin beda dengan persepsi lainnya. saya misalnya. Menurut saya, Madre dibuat agar kita mengahargai semua benda. Akan lebih kaya pesan yang diuangkapkan jika kita mengalir daripada dimulai dari sebuah pesan.


Tulisan fiksi tidak lepas dari bagaiman kita bisa berpikir kreatif. Seni ini harus dilatih. Sebelum menulis, kita harus tahu passion. walaupun sebenarnya, Dee baru mengatahui passionnya setelah buku keempat, filosofi kopi, bahwa passion tulisannya tentang pencarian jati diri. dan yang menemukan buakn dirinya, tapi Budi Dharma, sahabatnya yang membedah bukunya.

SKILL
Bacalah buku yang bagus. Buku yang bagus akan mengajarkan kita sesutu yang bagus pula.


Kreatif tidak lepas dari Out of the box. Pikirkan yang tidak dipikirkan orang lain.


Bagaimana kita menari ide?

Janganlah kita terlalu mendewakan ide. Sebnarnya ide lah yang yang mencari kita. Jangan mencari ide, tapi tangkaplah ide yang ada di ekitar. kita.

Jika kita bertemu IDE
TANGKAP -> SIMPAN -> KEMBANGKAN

Kita harus perspektif mendengarkan ide yang masuk. Menangkapan ide pun harus DISIPLIN. Kebiasaan Dee, celengan ide, tulis yang dipikirkan, simpan. suatu saat jika dirangkai akan menjadi kumpulan cerpen atau bahakan potongan-potongan adegan novel yang ciamik!

Sudah siap menulis?


RUMUS TULISAN CANTIK DEE
Apa yang kita tulis adalah apa yang ingin kita baca
Bagaiamana kita membuat sennag orang lain dengan membuat senang diri sendiri terlebih dahulu




Kamu ingin menulis apa? Berikut ragam format menulis, silakan mencoba :)


Masih ada penjelasan Dee, silakan ke halaman berikutnya :)





1 komentar:

 

Total Tayangan Laman

Live Traffic Blog

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan

Komunitas Emak2 Blogger

Komunitas Menulis

Google+