Dimana tempat bermainku mama?

Anti, semut kecil sedang duduk sendirian di teras rumah. Dmjati-jarinya diputar putar memainkan benang yang ujungnya ada layang-layangnya. Matanya memandang ke jalan yang makin lama makin penuh dengan motor san mobil. Tapi keriuhan itu, tak bisa memecah konsentrasi Anti.
Anti menitikkan air mata sedikit demi sedikit. Dia melempar layang-layangnya.
"Nak, kenapa menangis?"ibu mendekati Anti yqng mengelap air matanya.
"Anti takut!" Kata anti, tangannya bergetar lebih kencang.
"Ada apa sayang?  Cerita aja." Mama memeluk Anti.
"Ma, tadi anti sama teman-teman kan main layang-layang. Sekarang kan jamnnya layang-layang. Kita bingung main dimana. Akhirnya tadi main di jalan pasar kembang sampai di jalan mataram. Waktu kita asyik main, benang Faro tersangkut di leher orang. Berdarah lehernya. Kami langsung lari, Ma. Takut Ma. Tapu kita tetap ingin main." Anta pun menunduk.
Mam pub tersenyum.
"Kok mama senyum?" Tanya Anti.
"Besok mainnya di alun-alun utara ya. Jalan itu bukan trmpat main."
"Iya ma." Senyum anto lega.
"Ma, sekarang rumah kita banyal hotrl ya. Kalau besok aku jadi walikota, aku janji tiap kampung  ad lapangan untuk maib. Biar anak-anak seperti kita nggak mqin di jalan lagi."
Mama pun mencium bangga Anti. Kita doakan semoga Anti jadi walikota ya....

0 komentar:

Posting Komentar

 

Total Tayangan Halaman

Live Traffic Blog

Institut Ibu Professional

Institut Ibu Professional
Klik gambar untuk mengetahui kegiatan yang berhubungan dengan IIP

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan

Komunitas Emak2 Blogger

Komunitas Menulis

Google+