Pulang Kampung

Semangat Pagi

Dulu, waktu aku di Tanah Pasundan, begitu mengalirnya cerita-cerita sehari yang renyah, krispi, tanpa mikir, unik dan kuanggap lucu

Ketika aku sudah di Jogja, serasa tak ada yang istimewa

Padahal katanya, daerah ini daerah Istimewa, lho....

Ruang menulisku ada di mushola berukuran 3x3 meter. Dulu kamar ini yang menajdi kamarku, tetapi karena aku ikut suamiku, kamar ini jadi musholla keluarga. Bagian samping ada sebuah pintu dan sebuah jendela. Dan ketika pagi, keduanya terbuka. Sembari mengutak-atik laptop, saya sesekali melongok ke pintu untuk memandangi kebun salak milik tetangga yang tepat berada di samping rumah.

Baru saya sadari, kalau tak semuua orang setiap hari bisa melihat pemandangan hijau. Tak semua orang bisa memandangi kebun salak. Sesekali ada beberapa yang yang kejar-kejaran. Mungkin mau kawin kali ya... Tapi si babon nggak mau. Hahaha, ternyata di dunia per-ayam-an ada kata jual mahal juga. Sang jado dengan sigapnya langsung naik ke atas babon. di sepan anak-anaknya si jago pun beraksi. Dan saya pun langsung menghentikan mengetik.

"Ealaaaah... dasar jago, kawin esuk-esuk!" kataku reflek mungkin iri kali ya...

Mungkin jago malu, atau malah terganggu. Larilah si jago, dan si babon merasa lega. Anak-anaknya pun mendekatinya. Mereka melanjutkan mencari cacing dan menyantapnya bersama.

Aku pun duduk lagi. Merenungi si jago tadi. Aduh betapa jahatanya aku ini. Bukankah aku sering beli telur ayam dari tetanggaku ini. Kan murah, enak lagi. Namanya juga ayam kampung. Aku menyesali telah menganggu sepasang sejoli. Ayam dan manusia tenu beda. Kenapa aku harus iri. Biarlah mereka kawin dimana pun tanpa rasa malu.... Namanya juga ayam. Biarlah mereka kawin tanpa rasa malu di depan anak-anaknya. Namanya juga ayam. Yang penting kan aku dapat telur kampung murah...

aku menyesal.... Aku berjanji tak kana menggangu lagi.

Si jago mulai mengejar babon lagi. Anak-anaknya mulai berteriak lagi. Aku hanya memandangi sambil berbisik "Ayo cepat! Cepat! Lalu bertelur, dan aku bisa dapat ayam kampug murah lagi!"

ahay, ternyata di sudut Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, ada Sleman kecil yang sangat indah.... Indah tak selalu berbeda. Indah itu karena mensyukuri apa yang ada di depan mata....

0 komentar:

Posting Komentar

 

Total Tayangan Halaman

Live Traffic Blog

Institut Ibu Professional

Institut Ibu Professional
Klik gambar untuk mengetahui kegiatan yang berhubungan dengan IIP

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan

Komunitas Emak2 Blogger

Komunitas Menulis

Google+