Apa yang bisa Kutinggalkan untuk Negeri Ini "Workshop QBACA Menggagas 1001 Cerita Nusantara"

"Anak saya itu kalau sudah sama nge-game, aduuuh. Nggak bisa berhenti. Saya sedih, ternyata anak saya nggak tahu dongen Roro Jonggrang. Ayo pak, ibu kita sama membuat cerita rakyat agar eksis kembali seperti kita dulu. Saya tu kan mau pensiun, saya tu ingin sekali memberikan untuk bangsa ini. Ya Qbaca ini pak, buk. Ya bagaiman? sekarang semua sudah bisa di lakukan di gadget. Saya ingin sekali meninggalkan sesuatu yang bermanfaat untuk negeri ini"
Pak Ahmad Sugiarto

Kalimat yang sangat menginspirasi saya. Sebelum mati, apa yang saya tinggalakan untuk negeri ini. Keren banget ya jargonnya.

Awalnya saya menulis karena hobi, lalau beranjak remaja karena asyik, lalau seneng dapet bonus uang. Kuliah biar lulus. Kalau sekarang ngisi waktu luang. Setelah dari workshop Qbaca saya jadi ingin sekali tulisan saya bisa bermanaaft untuk semua. saya sebelum mati ingin sekali mewariskan ilmu yang saya dapat.

Pak Ahmad Sugiarto

Aih, si bapak Ahmad Sugiarto. Terimakasih ya :)
Oh ya yang menarik lagi ada celetukan seperti ini;

"Telkom sudah nggak butuh insinyur. Insinyur sekarang banyak. Telkom butuh orang yang seperti itu. (Menunjuk mas-mas gondrong yang mungkin seniman). Biar telkom makin kreatif."

Jadi inget waktu di Bali, yang jadi arsitek bukan lulusan arsi tapi malah ISI. Bagaimana pun orang yang out of the box selalu menarik ya :)

Ada yang menarik pada workshop ini. Hayo, menurut teman-teman QBACA pelafalannya gimana? DAri ketiga pembicara, bahkan beda-beda, lho. Pak Trim menjelaskan bahwa bacanya kubaca, bukan kibaca apalagi kyubaca. 

Mengapa kok dibaca kubaca?

SAsaran dari Qbaca adalah anak muda. Biasanya, anak muda kalau nulis aku, dalam bahasa sms itu aq. Jadi agar kemuda-mudaan jadilah qbaca dibaca kubaca.

Mengapa 1001 cerita nusantara?
Awalnya sih 1000 cerita nusantara, tetapi kata PAk Bambang Trim, di Indonesia itu satu provinsi saja bisa 1000. Jadi karena saking banyaknya, maka jadilah 1001 cerita nusantara. Semua ada disana. Ala-ala aladin gitu, 1001 malam.

Apakah 1001 cerita nusantara hanay cerita fiksi?
Ow tentu tidak! Ada tiga jenis naskah, yaitu nonfiksi, fiksi, dan faksi.
Contoh Fiksi Asal-Usul Gunung Kelud
Contoh Nonfiksi Tempe
Contoh Faksi Biografi Tokoh

Kenapa sih Cerita Nusantara?
Kalau menurut Paka Sugiarto, karena bapak prihatin dengan putranya dan generasi muda jaman sekarang.

Menurut Pak Bambang Trim, tahun depan Indonesia menjadi tuan rumah Frankfurt Book Fair. Nah, yang dipamerkan tak hanya buku masakan seperti tahun lalu, tapi juga cerita rakyat karena memang  mintanya naskah anak-anak. 

Rencananya, buku yang belum bentuk buku pun bisa dipamerkan. TEntunya sudah diterjemahkan :)


Di sela-sela acara ada karaokenya, lho :)

Pembukaan oleh Pak Firdaus Rumansyah

Kami berfoto bersama

Kenang-kenangan dari Qbaca (dibaca kubaca)


0 komentar:

Posting Komentar

 

Total Tayangan Laman

Live Traffic Blog

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan

Komunitas Emak2 Blogger

Komunitas Menulis

Google+